Kenapa Sih Anda Perlu Belajar Facebook Ads ?

Isi tulisan ini sebenarnya dibuat untuk mengingatkan diri saya sendiri, kenapa memutuskan belajar Facebook Ads. Tapi saya tulis aja disini, berharap ada insight positif yang bisa Anda curi di dalamnya, hehe.

Oya, tulisan ini juga sekaligus menjadi pembuka perjalanan baru blog Aliefirfany.com pasca re-launch 8 November 2018 lalu. Kenapa re-launch ? Agar blog ini kembali ke “jalan yang benar” sesuai rencana awal.

Saya belajar dari banyak banget referensi, kebanyakan dari blog-blog para senior yang saya temukan di internet, seperti blognya Jon Loomer yang isinya daging semua. Benar-benar ilmu mahal yang dibagikan gratis.

Dari banyak informasi seputar internet dan pemasaran, saya akhirnya mempunyai kesimpulan sendiri ( dan saya sudah menjalaninya, membuktikannya ). Anyway, background saya bukan orang marketing sebenernya.

Jadi, apa kesimpulannya ?

Selain berbicara tentang target market ( yang akan selalu ada ) dan juga produk ( yang ngga pernah habis inovasinya ) ada satu hal penting yang perlu Anda kuasai. Yaitu traffic source.

Yap, bener banget. Anda harus bisa menguasai, setidaknya satu sumber trafik. Anda harus tau dari mana calon pembeli potensial akan datang. Apakah dari mesin pencari Google ? Atau iklan berbayar seperti Google Ads dan Facebook Ads ?

Kalau Anda sudah menguasai sebuah sumber trafik, memahami kebiasaan user yang masuk melalui sumber tersebut, akan lebih mudah menciptakan sebuah konversi penjualan. Seenggaknya itu yang saya rasakan.

Seth Godin mengatakan : Jangan mencari market yang cocok untuk produkmu. Tapi temukan produk yang tepat untuk marketmu.

Kebetulan saya sepakat dengan pernyataan itu, dan saya menjalaninya. Ketika saya menguasai traffic source ( dalam hal ini Facebook Ads ) dan memahami kebiasaan target market yang sudah saya pilih, saya lebih mudah memutuskan produk apa yang sekiranya tepat ditawarkan kepada mereka.

Jenis-Jenis Sumber Trafik

Sebelum bicara alasan kenapa Anda perlu belajar Facebook Ads, saya ingin sedikit mengulas tentang sumber trafik. Ada banyak banget sumber trafik di internet, terbagi berdasarkan platform yang digunakan, atau metode yang digunakan untuk mendatangkan user.

Beberapa sumber trafik yang perlu Anda tau, diantaranya :

1. Direct traffic

Ketika akan memesan tiket kereta, kebanyakan dari Anda pasti langsung mengakses website Traveloka, atau Tiket.com, atau web resmi KAI kan ? Nah kebiasaan yang seperti itu disebut direct traffic / kunjungan langsung.

Hal ini bisa terjadi kalau brand Anda sudah cukup kuat di benak audience. Jadi ketika akan membeli sesuatu, mereka ngga akan mencari lagi di Google. Mereka akan langsung menuju ke website Anda.

Enak banget. Tapi butuh waktu yang cukup lama, dan biaya yang ngga sedikit untuk mengakuisisi pasar dan membuat brand Anda mendominasi di antara para kompetitor yang sejenis.

2. Referral traffic

Kadang ada sebuah website yang merekomendasikan produk / layanan tertentu, dan ada link yang kalau di klik akan mengarah ke website penyedia produk tersebut. Inilah yang disebut referral traffic / rujukan.

Hal ini juga sering terjadi pada brand-brand besar, yang membuat produk & layanan mereka direferensikan oleh banyak orang di dunia maya. Sehingga potensi traffic yang datang dari sektor ini cukup besar.

3. Organic traffic

Ini adalah sumber trafik gratisan yang cukup powerfull, datangnya dari mesin pencari ketika ada user yang mengetikkan kata kunci tertentu, dan website Anda muncul di halaman pertama Google. Anda lebih mengenalnya dengan istilah SEO.

Saya juga menjalaninya, namun untuk jangka panjang. Karena SEO itu berproses, sifatnya ngga bisa instant. Makanya SEO ngga jadi fokus utama saya dalam mempelajari traffic source.

4.  Social media

Kunjungan yang berasal dari postingan-postingan Anda di Facebook, Twitter, Instagram dan media sosial lainnya lazim juga disebut sebagai social media traffic. Biasanya akun-akun dengan high authority yang bisa menjaring traffic dengan jumlah lumayan.

Kalau Anda orang yang biasa-biasa aja, akan sulit untuk bertarung di sektor ini. Belum lagi aturan jangkauan yang dibatasi, seperti edge rank milik Facebook misalnya, yang menyatakan bahwa postingan Anda hanya bisa dilihat sekitar 5% dari friendlist akun Anda.

5. Paid traffic

Iklan yang berseliweran di internet, dimanapun letaknya ( mesin pencari, website orang lain, media sosial ) adalah bagian dari sumber trafik berbayar. Diantara sekian banyak sumber trafik berbayar, saya menyarankan Anda mempelajari Facebook Ads.

Kenapa Facebook Ads ? Kenapa bukan Google Ads, atau Twitter Ads, atau yang lain ? Well, ini hanya tentang pilihan aja sih. Saya ngga bilang yang lain jelek. Tapi, saya punya alasan kenapa saya memilih Facebook.

Kenapa Belajar Facebook Ads ?

Saya percaya, setiap sumber trafik memiliki kelebihan dan kekurangan. Pun demikian dengan sumber trafik berbayar, masing-masing memiliki plus-minus dan karakter yang berbeda dalam mendatangkan pengunjung.

Namun kali ini saya akan mempersempit pembahasannya, kenapa Anda perlu untuk untuk belajar Facebook Ads lebih dalam.

Alasan-alasan dibawah ini bisa jadi subjektif. Kalau ada hal positif Anda bisa ambil, kalau ada yang ngga sesuai dengan pendapat Anda, ngga perlu dipusingkan apalagi diperdebatkan seperti kubu nganu dan kubu nganu, hahaha.

1. Jumlah pengguna yang tinggi

Jumlah media sosial dengan pengguna tertinggi di Indonesia adalah Facebook. Dan di dunia Indonesia pun mendapat perhatian yang cukup spesial dari om Mark, karena basis penggunanya yang sangat besar.

Jadi bisa dibayangkan, ada market super besar yang berkumpul di sebuah tempat, dan ada peluang untuk menawarkan sesuatu kepada mereka secara masif ( beriklan ). Masa Anda ga ambil peluang itu ?

2. Memiliki efek snowball

Ketika Anda membuat sebuah konten ( postingan biasa / iklan ) dan ternyata kontennya disukai oleh user, hampir dipastikan akan terjadi efek bola salju, alias akan banyak user yang rela share konten tersebut ke teman-temannya, alias konten tersebut jadi viral.

3. Targetting detail & spesifik

Iklan Facebook memungkinkan Anda bisa menargetkan iklan kepada orang-orang yang spesifik. Bisa ke negara tertentu, usia tertentu, pekerjaan tertentu, pengguna hp dengan os tertentu, ke orang tua dengan rentang usia anak tertentu, ke orang-orang yang baru menikah, baru pindah rumah, baru dapat kerja, dan banyak lagi.

Makanya saya memutuskan untuk belajar Facebook Ads, karena fiturnya yang sangat kaya dan mengasyikkan untuk dipelajari lebih dalam, dan lebih dalam lagi, sampai saya memahami kebiasaan sebuah target market.

4. Interaktif ( penggunaan gambar & video )

Ada banyak sekali model iklan yang bisa ditampilkan di Facebook Advertising. Tulisan dan gambar biasa, carousel, video, canvas ( landing page versi Facebook ), album foto, katalog produk, lead ads ( form di dalam Facebook ) dan beberapa model iklan interaktif lainnya.

Dengan begitu Anda bisa bebas berkreasi dengan tampilan konten iklan mana yang mendapatkan interaksi tertinggi dari target audience yang saya iklankan. Seru bukan ?

5. Data yang tersaji lengkap

Seperti yang saya katakan pada poin nomor 3 bahwa Facebook Ads memiliki fitur detailed targetting yang sangat spesifik. Sehingga data yang dihasilkan pun spesifik. Anda bisa melacak sumber negara & kota orang-orang yang melihat iklan.

Anda juga bisa melihat jumlah klik, jumlah penonton video, lamanya video iklan saya ditonton, berapa orang yang klik tombol tertentu, berapa orang yang melakukan pembelian, dan banyak lagi data lainnya yang bisa dianalisa untuk bekal evaluasi.

6. Beriklan di Facebook ngga pernah rugi

Mungkin statement diatas cukup kontroversial. Pasalnya, ngga sedikit orang yang boncos ketika beriklan di Facebook, alias lebih besar budget iklan dibanding omset yang dihasilkan. Merugi.

Yap, itu benar, saya juga masih sering mengalaminya kok. Tapi coba deh melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Setiap Anda beriklan, selain mendapat konversi, Anda juga pasti mendapatkan data kan ?

Jadi ketika Anda mengalami kerugian, Anda memiliki data-data, Anda bisa menganalisa masalah iklan tersebut agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jadi dengan beriklan Anda sudah berinvestasi untuk mendapatkan data.

Sepakat ? Saya tau sulit untuk setuju, ngga apa-apa. Hahaha.

Kata Seth Godin ( lagi ) : The cost of being wrong is less than the cost of doing nothing.

Kesimpulan

Keseharian saya seringkali ditemani oleh dashboard ads manager Facebook, dan data-data yang tersaji di dalamnya udah jadi makanan yang selalu saya kunyah dan cerna untuk menghasilkan sebuah keputusan terhadap iklan yang sedang berjalan.

Jadi itulah serangkaian alasan kenapa saya menyarankan Anda untuk belajar Facebook Ads lebih dalam di antara sumber trafik gratis atau berbayar lainnya. Anda boleh setuju, boleh juga ngga. Atau mau berdiskusi juga boleh, yuk tuliskan komentar terbaik Anda.

Ini Kata Mereka . . .

  1. Ulasan yang mantap tentang why, Mas Rizki. Saya menantikan ulasan How-nya nih.

    Misalnya, katakanlah saya sudah membuat sales page untuk produk fisik yang akan saya jual. Apa langkah-langkah yang perlu saya lakukan untuk beriklan di FB? Mengingat saya belum pernah beriklan di FB sebelumnya.

    • Hi kang Herman.

      Iya kang, saya rasa perlu mengawalinya dengan “Strong Why” dulu sebelum masuk ke teknikal “How” nya. Dan ulasan ini masih jauh dari komprehensif, hehe. Topik-topiknya sudah tersusun rapi di Evernote kang, sedang mengumpulkan bahan, dan mulai “mempekerjakan” jari-jemari saya, haha.

      Thanks sudah mampir yow.

Silahkan Berkomentar . . .