Apa Itu Campaign Budget Optimization ?

RajaBackLink.com

Saat beriklan, salah satu parameter penting yang selalu dipantau adalah budget yang keluar. Sepakat ? Sekarang Facebook sudah menyediakan fitur untuk menyelamatkan Anda dari kebocoran budget, yakni fitur Campaign Budget Optimization. Apakah itu ?

Sebelum menjelaskan tentang CBO ( Campaign Budget Optimization ) saya ingin menyinggung tentang kebiasaan saat beriklan. Biasanya di setiap iklan saya selalu menjalankan split test. Hampir selalu.

Entah split test target audience, jenis kelamin, usia, kota tempat tinggal, atau bahkan split test Adcopy dan Ad image yang berbeda-beda. Tujuannya selalu satu : ingin mencari komposisi iklan yang paling bagus performa dan konversinya.

Namun kadang saat split test sering ditemukan Adset yang kurang maksimal performanya. Angka di dashboard pun serba nanggung. Mau dimatikan tapi kok kelihatannya masih ada potensi untuk naik. Tapi juga ragu.

Parahnya, Adset yang ngga maksimal tersebut tetap menyedot budget harian yang sama banyaknya dengan Adset yang performanya bagus. Ini mah namanya kebocoran budget iklan. Menjalankan Adset oke dan ngga oke dengan budget yang sama.

Apalagi saat awal-awal ngiklan, biasanya belum punya feeling kuat sebuah Adset bakalan bagus atau buruk performanya. Jadi Anda cenderung kurang peka untuk menentukan nasib sebuah Adset.

Lalu bagaimana kalau misalnya ada satpam yang jagain semua Adset Anda ? Semisal di hari ini ada Adset yang turun performanya, otomatis jatah budget untuk Adset tersebut juga diturunkan.

Dan untuk Adset yang bagus di hari ini, otomatis diberikan jatah budget lebih banyak dari biasanya oleh satpam yang menjaga. Besok pun berlaku hal sama. Jadi total budget yang dihabiskan oleh setiap Adset akan berbeda.

Kalau begitu, lebih enak ngga ?

Fitur Campaign Budget Optimization

Satpam yang saya sebut di atas tadi, adalah fitur Campaign Budget Optimization yang kini dimiliki oleh Facebook. Fitur ini udah cukup lama kok, yaa meskipun ngga lama-lama banget.

Sederhananya, fitur CBO memungkinkan Anda meletakkan budget di Campaign, bukan di Adset. Kenapa di Campaign ? Karena satu Campaign seringkali berisi banyak Adset. Saat budget diletakkan di level campaign, maka CBO mulai bekerja.

Penyaluran budget ke setiap Adset yang berada dalam Campaign tersebut akan berbeda-beda. Adset bagus dapat jatah budget lebih besar, Adset yang loyo dapat jatah budget lebih sedikit.

Dan menariknya, pengaturan budget tersebut sifatnya dinamis. Jadi Adset yang hari ini jelek, kalau besok performanya naik, otomatis budget yang diberikan juga lebih besar porsinya daripada yang kemarin.

Disebutkan Facebook bahwa tujuan utama CBO adalah mengoptimalkan anggaran biaya Anda secara real time, untuk memberikan hasil semaksimal mungkin pada Campaign Anda, dan juga agar biaya yang dikeluarkan tetap relevan dengan penawaran Anda.

Keuntungannya apa aja ?

Pertama, sudah jelas bahwa Adset yang performanya bagus akan mendapat jatah budget lebih besar. Dengan begitu, otomatis akan memperbesar juga peluang mendapatkan hasil sesuai tujuan objective campaign Anda.

Kedua, Adset yang jelek performanya ngga akan diberi jatah budget berlebih oleh algoritma Facebook. Dengan begitu Anda ngga perlu khawatir anggaran Anda bocor tersedot oleh Adset yang loyo.

Udah mulai terbayang kan cara kerja CBO ? Menurut saya sangat keren, canggih, dan membantu saya memaksimalkan anggaran iklan hanya untuk Adset dengan performa terbaik saja. Kalau Anda sudah pernah coba fitur ini ?

Cara Menggunakan CBO

Cara menerapkan fitur CBO gampang banget. Bahkan saking gampangnya, banyak yang ngga ngeuh dan akhirnya melewatkan opsi mengaktifkan fitur tersebut.

Langkah pertama, Anda cukup buat campaign baru seperti biasanya. Kalau belum pernah beriklan, baiknya Anda baca dulu artikel saya yang membahas lengkap panduan beriklan di Facebook pertama kali.

Lihat gambar di bawah ini. Anda bisa langsung mengaktifkan fitur CBO di awal proses pembuatan Campaign, sekaligus memasukkan anggaran iklan. Anda bisa memilih harian, atau lifetime.

Mengaktifkan campaign budget optimization
Mengaktifkan CBO

Pada kalimat yang saya tandai dengan kotak merah, disebutkan bahwa kalau ada iklan Anda yang berpeluang mendapatkan hasil bagus hari ini, maka Facebook akan memberikan jatah budget lebih besar. Dan di lain hari iklan Anda akan menghabiskan budget lebih sedikit, untuk menjaga rata-rata budget harian Anda.

Jadi kalau Anda merasa iklan Anda sering menghabiskan budget lebih besar ( dan pastikan diiringi juga dengan hasil / konversi yang ikut naik ) berarti tandanya iklan Anda bagus, dan saya sarankan untuk menaikkan budget hariannya.

Langkah kedua, di bagian Adset tampilannya seperti gambar di bawah ini. Ngga ada opsi untuk memasukkan anggaran. Disebutkan bahwa Adset ini bagian dari Campaign yang menggunakan fitur CBO.

Membatasi anggaran Adset CBO
Membatasi anggaran Adset

Tapi Anda bisa membatasi anggaran per Adset. Misalnya budget Campaign Anda 100.000 dan berisi 2 Adset, maka Anda bisa membatasi anggaran maksimal 50.000 per Adset. Kalau begitu apa bedanya dengan meletakkan budget di setiap Adset tanpa pakai CBO ?

Jadi kalau di hari ini Adset A performanya bagus, dia hanya bisa menghabiskan budget maksimal 50.000. Sama seperti Adset biasa. Tapi, keuntungannya, kalau Adset B ternyata performanya ngga bagus, dia ngga akan menghabiskan budget sampai 50.000. Lebih hemat.

Kalau Anda pakai fitur budget di Adset seperti biasa, semua Adset pasti akan menghabiskan budget 50.000 kan, ngga peduli Adset itu bagus atau buruk performanya. Kecuali Anda pakai manual bid baru bisa mengerem penggunaan budget kalau nilai per hasil sudah diatas penawaran / bid Anda.

Penutup

Masih berkaitan dengan budget, ada satu lagi fitur keren Facebook Ads, yakni automation rule, yang memungkinkan Anda mematikan Campaign, Adset atau Ads secara otomatis berdasarkan parameter yang Anda atur.

Dengan fitur tersebut, Anda ngga perlu lagi standby berjam-jam di depan dashboard hanya untuk mengawasi angka-angka dan menganalisa masalah dalam iklan Anda yang sedang berjalan. Semua sudah di otomtisasi.

Nanti deh di lain kesempatan saya akan membahas fitur ini lebih lengkap. Untuk saat ini silahkan Anda coba dulu beriklan menggunakan Campaign Budget Optimization, dan rasakan perbedaan hasilnya.

Semangat beriklan !

Review Artikel Ini

Kualitas isi & gaya bahasa artikel :

Isi Form Feedback

Berikan alasan Anda memberikan review rendah

Komentar Pembaca . . .

  1. Mas sy kn full CBO smw campaign nya . Nah klo ad beberapa campaign ud lama dan bagus trs.

    Tiba2 hari ini jeblok Cost per ATC belasan ribu. Itu gmn mas? Sy matiin aja ya ? Lalu duplicate dan ganti materi iklan nya ?

    Dan jika campaign CBO tiba2 jeblok..klo misal mw diperbaiki gmn mas?Sy ud ditahap scalling, 1 campaign isi 5 adset LAA1-5%. Kita perbaiki apanya? Krn biasany dri kmrn sy baca hasil cuma liat dari sisi dashboard campaign aja lgsg liat ke cost per result. Jd sy ud ga liat lg ke dashboard adset atau ads. Betul kah sy?

    • Lihat data iklan ya ga bisa cuma lihat campaign mas. Mau tau Adset bagus & jelek ya lihat datanya di level Adset. Mau tau Ads bagus & jelek ya lihat datanya di level Ads.

      CBO kan cuma mengoptimasi alokasi budget aja tugasnya. Mau campaign biasa / CBO, tetap ga bisa lihat data di campaign doang.

      Saya ga bisa analisa, karena ga tau yg jeblok brp banyak. Lihat data belasan ribu di level campaign / adset ?

      Cara termudah matiin aja 6-12 jam, lalu nyalain lagi.

  2. Saya kan masing2 campaign CBO isinya 5 adset. Dan rata2 dr 5 adset itu yg dpt budget paling besar n hasil ATC ny banyak itu LAA 1%. Nah sisany itu jelek mgkin krn traffic buangan ya mas..saat ini masing2 campaign CBO sy budget daily 75rb..

    Apakah dri 5 adset . Sy matikan aja 4 ny jd disisakan 1 spy dpt full budgetny ke 1 adset terbaik itu?

    • 1. Matikan 3 Adset saja, sisakan 2 Adset yg paling bagus datanya, agar tetap ada pembanding. Kan ada fitur CBO. Mau scale up boleh kalau memang ada budget & Adset ini sudah menghasilkan profit.

      2. Pastikan Adset winning = Adset yang paling menghasilkan profit. Kalau sudah benar begitu, kalau ada budget lebih, lakukan scale out. Adset yg winning di duplicate di campaign CBO baru, split jadi 2-3 Adset dengan isi yang sama. Yang dibedakan ads / iklannya. Per Adset isi 2-3 ads.

      Kalau blm ada dana hasil profit penjualan, fokus dulu di langkah nomor 1 saja.

      Iklan yg berhasil adalah iklan yg bisa membiayai dirinya sendiri.

  3. mas gunakan set account spending limit bs gak ya?? uda 2 hri ini payment declined kumat lagi. apakah gara2 threshold hanya 25rb sehingga terjadi pendebetan diatas 20x lebih menyebabkan limit transaksi padhal budget hanya 600rb/day.

    solusiny gunakan set account spending limit bs? dan masukan angka brp mas?

    • Terjadinya declined payment kan biasanya karena gagal debit. Gagal debit biasanya karena saldo tdk ada, jd tdk bisa di debit. Jadi solusinya ready saldo mas.

      Dan utk account threshold emang ga naik2 ? Setau saya akan naik secara bertahap dari 25.000 itu.

      Mau pakai account spending limit boleh2 aja. Tapi kebetulan saya blm pernah pakai.

  4. mas selama ini kan saya ga pernah bwt 1 adset isi 3 ads. selama ini selalu fokusny testing di adset ga pernah testing di ads. jadi ads selalu 1

    jika kita main di 1 adset terdiri dri 2-3 ads. itu misal di 1 adset tersebut dari 3 ads kelihatan dan ada 1 ads creative yang paling bagus. 2 nya dimatikan apa biarkan jalan aja ?

    • Ads selalu buat banyak mas, variasikan penawaran. Kalau 1 bagus yg 2 matikan.

  5. Tgl 11 yg invite ke wa : 98 orang
    Tgl 12 yg invite ke wa : 63 orang
    Tgl 13 yg invite ke wa : 72 orang

    Yg invite lumayan tp emg tingkat closingny kurang. Padahal harga jual 1 paket sy murah 400rb mas. Keuntungan 1 paket = 135rb

    Rata2 dalam 3 hr itu sehari hanya closing 4 paket mas. Ga nutup biaya iklan per hari. Per hari iklan 600rb. Tgl 1-10 masih closing 10 paket/hr mas rata2.

    Knp ya ? Bener2 perlu perombakan campaign besar2an. Kyny percuma chat masuk banyak tp closing dikit. Tp hri ini drop bgt ATC(landing page klik button WA) makanya lgsg sy matiin iklan. just info ad tmbol button dilandingpage sy menghantui ngikut dri atas sampai bawah mas

    Dan mnrt mas klo utk iklan masih testing audience mending pakai budget adset/CBO? Spertiny CBO lebih baik pas scalling aja ya mas

    • Coba dibaca lagi komentar mas sendiri, hehe.

      Yang chat wa banyak ? Artinya “tugas” iklan dalam mensuplai leads sudah baik kan. Leads yang masuk juga menurut saya PASTI tertarik. Hanya perlu diyakinkan. Kalau mereka ngga tertarik, ya ngga akan chat wa.

      Nah, tugas closing ada di level mana ? Iklan atau CS ?

      Kalau leads banyak tapi closing rate kecil, berarti sumber masalahnya dimana ? Hehe.

      Kalau perihal tanggal 1-10 closing tinggi, tapi tengah bulan closing menurun, ya bisa jadi emang lagi tengah bulan, uang gaji bisa jadi sudah terpakai utk kebutuhan lain. Harga 400.000 murah menurut mas kan ? Belum tentu sama menurut konsumen.

      Bisa disiasati dengan diskon, bonus, atau strategi marketing lainnya.

  6. Iya mas tp kykny teknik scalling sy ud menurun performanya. Jd sy coba bkin campaign baru isi nya 1 adset LAA yg winning aja sy coba mas naikin budgetny. Klo kmrn 1 campaign scalling CBO isi ny 5 adset ( 1%,1-2%,2-3%,3-4%,4-5%)

    Yg winning kan 1% smw utk masing2 campaign CBO.

    Dan mnrt mas klo utk iklan masih testing audience diawal biar adil budgetny mending pakai budget adset/CBO? Spertiny CBO lebih baik pas scalling aja ya mas

    • Malah CBO bagus untuk testing mas. Jadi tau mana yang jelek & bagus.

      Kalau di buat adil, artinya Adset jelek juga dapat jatah budget yang sama. Rugi dong.

      Lagipula mulai September 2019 semua campaign sudah CBO, ga bisa lagi pakai budget di Adset. Makanya saya selalu arahkan iklan CBO agar terbiasa baca datanya.

  7. Mas klo sy jual peninggi badan dan obat mata minus. Kn beda produk ini tp satu niche kesehatan. Pixel ny hanya pakai 1 gpp Dan 1 akun iklan yg sama gpp mas?

    Utk obat mata minus sy sdh pny data customer list dan data lainnya. Jd tidak mulai dr nol main cold audience soalny

  8. Apakah pixel nanti ga kecampur2 audienceny ? Mengingat tinggi badan dan mata minus berbeda kategori meski sama2 kesehatan mas

    Dan jika seandainy sy pakai pixel baru dan akun iklan baru. Sy kn ud pny data cust list 2000an wa , data IG ud ratusan ribu. Bole ga sy lgsg main conversion optimasi ATC dlm kondisi pixel baru?

    • Utk kasus ini, mau di pisah / gabung bebas2 aja.

      Boleh2 aja mas, ga ada yang larang kok, hehe. Langsung tes aja dan lihat hasilnya, lalu evaluasi.

  9. Mas, untuk iklan setelah dioptimasi malah budget seolah-olah tidak terserap itu apa penyebabnya ya?
    Thx

    • Maaf mas, komentarnya terlewat saya balas, hehe.

      Nah ini bisa karena banyak hal sih faktornya. Dan saya perlu tau juga optimasi yang dilakukan apa aja ?

      Ini pakai manual bid kah ? Biasanya yang sering terjadi karena bid kekecilan, jadi iklan ngga running maksimal.

    • Sama saja kayak bikin rule campaign biasa masa. Ngga ada beda langkah-langkahnya.

  10. Alhamdulillah artikel yang mencerahkan
    Untuk proses scale up ketika kita menemukan winning campaign lebih efektif mana mas antara
    1. duplikat adset baru di campaign baru
    2. up bugdet di level campaign

    dan kalau opsi yang pertama, duplicate adset baru/campaign baru anggaranya apakah langsung sama dengan adset yang winning campaign

    oh ya sama pertanyaan clasic
    LLA apakah masih perlu di kasih interest menurut mas…

    matur nuwun
    prast solo

    • Halo mas, salam kenal.

      Duplicate winning Adset di campaign baru = Scale out.
      Naikkan budget di level campaign yang sama = Scale up.

      Untuk scale out boleh di budget yang sama, boleh dengan budget lebih tinggi ( sekalian scale up berarti di campaign baru ). Kadang hasilnya ga sama, mending scale out, scale up, atau scale out + scale up ? Saya jalankan ketiganya mas, menyesuaikan.

      Kalau yakin data CA nya bagus, LLA nya dikosongkan aja tanpa interest. Atau cuma dikasih interest pendukung daya beli juga boleh, seperti : engaged shopper, online shopping, prefer high value good in Indonesia, dan sejenisnya.

  11. Mas Alief saya mau bertanya …saya kan ada pasang iklan…nah pas pertama iklan bagus sekitar 2hari dan banyak komentar…tetapi saya offkan karena kata FB melanggar foto daerah keseluruhan badan…di suruh mengganti nya. .jadi saya stopkan 3hari dulu…baru saya on kan kembali iklannya…nah masalahnya kenapa iklan saya yang bagus kemarin…kok jadi melemah…padahal dengan budget lebih besar sedikit…malah yang comment juga enggak ada Uda di jalan kan 2 hari…malah saya stop…karena nol penjualan dan yang bertanya via commentar FB…apakah ada pengaruh saya on offkan iklannya ? Terima kasih murah rejeki buat abang

    • Yap bisa jadi ada pengaruh, kalau campaign bekas kena review gitu. Coba buat campaign baru aja, start dari awal.

  12. Halo, salam kenal. Terima kasih sudah berbagi ilmu mengenai CBO ini.

    Saya ada pertanyaan, berapa lama CBO itu sendiri bisa optimasi dengan baik?
    Karna saya menggunakan CBO dengan 3 ad set, di hari pertama CPR nya mahal.

    • Menggunakan campaign apa ? CPR biasanya berapa, dan saat ini yg dirasa mahal itu berapa ?

  13. Untuk yang saat ini menggunakan campaign conversion, audiensnya CA dari visitor web yang did not purchase. interestnya; student dan education, demographic; in high school, agenya; 15-19 placementnya IG aja (karna waktu itu coba taro di fb juga mahal)

    Dulu pas awal2 coba, CPRnya 2rb, merangkak naik ke 7rb, 9rb, belasan ribu, puluhan ribu, sampai ratusan ribu per purchase.

    saya coba banyak cara mulai dari ganti2 audiens yang LAA, CA, dll
    terus placement ubah2 taro di semua kadang di beberapa aja

    baru2 ini setelah dengar CBO akan lebih banyak digunakan, saya mulai migrasi kesini terus. dengan 1 campaign 3 ad set.

    menurut Alief sendiri optimasi apa yang saat ini perlu saya lakukan berdasarkan kondisi2 tersebut?

    • Banyak sekali yg mempengaruhi CPR jadi mahal.

      1. Pada dasarnya, iklan conversion memang mahal, meskipun ga pakai CBO. Sebanding dengan kemampuannya mendatangkan konversi ( selama teknik iklannya benar & targettingnya matang ).

      2. Berarti ini CA ViewContent ya audiens nya ? Berapa jumlah audiens nya ? Semakin kecil jumlahnya, semakin berpotensi jadi mahal jg, karena ruang gerak iklan jadi terbatas. Lalu di bagian Adset optimasi apa yg dipilih ?

      3. Audiens nya CA kan ya ? Di bagian targetting dikosongkan saja, ga perlu diisi interest lagi.

      4. Sepertinya bidang kita sama. Saya jg menjalankan iklan di Cilsyfiolution dot com, edu-tech startup, angka CPR memang lebih mahal, di kisaran puluhan ribu. Tapi di kasus saya, saya biarkan, karna masih tertutup margin profit per sales yg cukup besar.

      Alternatifnya, gunakan kombinasi Traffic, Reach & VideoViews saja dulu utk strategi funnelingnya. Sampai pixel matang baru masuk ke Conversion.

      Saya pun saat ini masih lebih banyak gunakan Traffic kok. Yang penting orang masuk web dulu, karena produk saya ga bisa langsung closing, butuh beberapa follow up. Jadi ketika mereka berhasil masuk web, tertarik, harapannya mereka kontak via Whatsapp utk diskusi. Dan itu efektif sejauh ini.

      Beda dengan web eCommerce yg memang ada step-step nya mulai dari ViewContent, AddToCart, Checkout, Purchase. Lebih efektif pakai Conversion.

      Ini analisa singkat saya sih. Mungkin ngga sepenuhnya benar, karna saya jg blm tau apa persis produk yg dijual, brp margin profit, dan apa strategi funneling / layer iklan yg sdh dijalankan.

Yakin Ngga Mau Diskusi ?