Tips Mudah Menganalisa Masalah Dalam Iklan

RajaBackLink.com

Ngga pernah ada hal yang 100% berjalan mulus. Hampir selalu saya ( dan mungkin juga Anda ) dihadapkan dengan masalah. Termasuk juga saat beriklan. Makanya, penting bagi Anda untuk bisa menganalisa masalah dalam iklan Facebook.

Nah, salah satu keuntungan jika Anda sudah mahir membaca data iklan, maka Anda bisa lebih mudah menganalisa masalah dalam iklan Facebook Anda. Bahkan di beberapa kasus Anda bisa melakukan tindakan antisipasi lebih cepat sebelum masalah datang.

Ngobrolin Facebook Ads, erat kaitannya dengan data, data, dan data. Jadi semua masalah yang terjadi pun hampir bisa dipastikan pasti berkaitan dengan data. Jadi kalau Anda ngga bisa baca data di dashboard Ads Manager, bakal pusing sendiri nanti, hehe.

P.S : Artikel ini baru di update tanggal 19 April 2019

Analisa Masalah Dalam Iklan Facebook

Beberapa kendala yang saya tuliskan di bawah ini merupakan apa yang pernah saya alami sendiri, maupun masalah-masalah beriklan yang saya tau melalui teman-teman yang sharing ke saya. Jadi saya bagikan aja untuk Anda ya.

1. Bingung Menentukan Target Audience

Produk udah ada, udah oke. Sekilas target market juga udah kebayang. Namun saat awal-awal menjalankan iklan di Facebook, ternyata kebingungan menentukan target audience. Pernah mengalami ? Saya pernah. Dan itu salah.

Harusnya sebelum beriklan Anda sudah matang menjabarkan setiap detail informasi yang berkaitan dengan calon pembeli produk & jasa yang Anda jual. Jadi saat mulai beriklan, sudah ada bayangan meski ngga 100%.

Untuk langkah awal hajar aja dulu dengan cara split test Adset berisi target audience yang berbeda-beda. Bisa dibedakan usianya, tempat tinggalnya, atau detailed targetting nya ( interest, behaviour & demographic ).

Jalankan bersamaan, nanti akan terlihat Adset mana yang lebih menonjol, silahkan duplikat Adset tersebut ke dalam campaign baru, dan jalankan dengan menggunakan beberapa Ads ( split test konten iklan ).

Jadi di awal split test Adset untuk mencari komposisi audience yang tepat, lalu di tahap kedua mencari konten iklan yang paling cocok untuk target audience yang sudah dipilih berdasarkan hasil split test awal.

2. Bingung Menentukan Strategi Iklan

Ngga usah berpikir terlalu kompleks dan berbelit. Kembali pahami fungsi masing-masing objective campaign Facebook, maka Anda akan mulai terbayang strategi funneling apa yang bisa dilakukan untuk beriklan.

Saya asumsikan Anda berjualan melalui website ( dan saya sarankan Anda membuatnya kalau belum punya web ), maka langkah awal Anda bisa beriklan menggunakan objective Traffic berisi iklan soft selling yang mengarahkan audience untuk masuk ke web.

Langkah kedua Anda bisa melakukan iklan retarget menggunakan campaign Traffic ( lagi ) atau Reach dan menargetkan pixel ViewContent di web Anda. Pastikan Anda sudah memasang kode pixel dengan baik sebelum mulai beriklan.

Lakukan saja 2 langkah diatas terus menerus. Anda akan mendapatkan banyak leads yang masuk web, sebagian sudah melakukan pembelian, sebagian Anda follow up, sebagian yang belum beli juga terus dikejar oleh iklan retargetting Anda. Dan, pixel web Anda akan semakin matang.

Saat sudah matang, Anda bisa mulai melakukan langkah ketiga, yakni menjalankan iklan Conversion yang lebih powerful. Iklan Anda akan menjangkau audience yang karakternya sesuai data pixel Anda. Bayangin kalau pixel purchase Anda sudah terkumpul banyak, pasti performa iklannya bagus.

3. Iklan Jarang di Klik Audience

Bingung kenapa angka CTR Link ( click through ratio ) kecil ? Sudah jelas kemungkinannya hanya dua. Tampilan iklan Anda sangat buruk sehingga audience ngga tertarik melakukan klik, atau iklan Anda ngga relevan dengan target audience. Alias salah targetting.

Patokan saya angka CTR Link di bawah 1% itu buruk, dan pasti iklan saya matikan. Kalau masih diatas 1% pun saya lihat data lanjutannya ( yang masuk web, yang klik beli, yang chat wa ), kalau jelek, bisa jadi saya matikan juga.

4. Klik Iklan Banyak, Yang Masuk Web Sedikit

Angka CTR Link udah keren diatas 2% tapi kok angka ViewContent jeblok ? Alias ngga ada audience yang masuk ke web. Biasanya sih penyebabnya cuma satu, kecepatan load web Anda lambat. Alias lemot.

Jadi banyak user yang sudah melakukan klik iklan tapi akhirnya klik tombol back ( bounce ) gara-gara kelamaan nunggu web Anda yang tidak kunjung terbuka / tampil sempurna. Coba cek deh, dan segera perbaiki.

Kalau saya biasanya patokan angka ViewContent yang baik adalah 75% dari jumlah klik. Kalau di bawah itu berarti ada yang kurang maksimal dari halaman landing page saya. Beberapa penyebab umum selain masalah teknis, biasanya karena terlalu banyak gambar di landing page. Atau gambarnya ngga di kompres.

5. Sedikit Yang Mengisi Form

Calon pembeli yang masuk ke halaman penjualan udah cukup banyak dan stabil, terlihat dari angka ViewContent yang bagus di dashboard iklan. Tapi kok yang mengisi form pembelian, atau klik tombol beli, cuma sedikit ya ?

Kalau ini sih perlu di analisa lebih detail, karena penyebabnya bisa banyak hal. Bisa jadi harga produk Anda kemahalan. Atau copywriting di landing page Anda kurang bisa menggugah minat calon pembeli. Bisa juga karena form pemesanan terlalu ribet.

Solusi awal yang bisa Anda lakukan adalah membuat beberapa landing page dengan bentuk yang berbeda, lalu diiklankan. Nanti terlihat landing page mana yang banyak menghasilkan pemesanan user.

Solusi lain yang saya sarankan dan sangat akurat ( tapi berbayar ) adalah dengan cara memasang sistem heatmap di web Anda. Singkatnya, sistem ini bisa melacak aktivitas user ketika berada di dalam web Anda dalam bentuk video. Jadi Anda bisa tau kenapa mereka ngga klik tombol beli / isi form pemesanan.

Salah satu heatmap tracker yang saya rekomendasikan adalah Hotjar, karena kebetulan saya juga pakai. Sekitar 300 ribuan per bulan kalau ngga salah sih.

Bagi saya, idealnya jumlah orang yang mengisi form pemesanan, atau chat Whatsapp minimal diatas 30% dari keseluruhan orang yang sudah masuk ke landing page saya. Kalau kurang dari itu, artinya landing page saya perlu dibenahi.

6. Data Klik dan Real WA Berbeda

Hal ini sering banget terjadi. Data klik WA di ads manager ada 40, tapi real chat yang masuk ke CS cuma 4 orang, misalnya. Saya menganalisanya dari beberapa hal :

Pertama, kalau ada yang klik dari desktop, sebelum masuk ke halaman chat kan di bawah ke web Whatsapp dulu. Nah bisa jadi dari sana ngga banyak yang meneruskan chat.

Atau yang kedua. Setiap tombol WA yang Anda buat pasti sudah ada kalimatnya kan ? Jadi saat calon konsumen chat, mereka tinggal klik send. Nah bisa jadi kalimatnya kurang tepat, jadi mereka malah males buat lanjut chat.

Solusi yang pertama, Anda bisa beriklan dengan target pengguna mobile aja. Solusi yang kedua, Anda bisa tes beberapa kalimat. Cari tau kalimat mana yang hasilnya paling bagus. Saya pernah tes ini, dan ternyata emang berpengaruh.

Solusi lainnya, di dalam landing page, tombol klik WA di modifikasi jadi form 1 kolom & tombol submit. Jadi konsumen disuruh mengisi nomor WA mereka, klik submit, dan redirect ke Thank You page. Jadi yang di track adalah Thank You page, dan datanya lebih valid.

Selanjutnya, CS Anda tinggal jemput bola alias menghubungi konsumen melalui nomor WA yang sudah mereka submit sebelumnya. Pakai cara ini, jumlah real WA meningkat.

7. Jumlah Penjualan Rendah

Invoice pembelian yang tercetak udah cukup banyak, tapi angka penjualan ( orang yang akhirnya transfer ) rendah. Atau, leads yang masuk ke Whatsapp dan chat dengan admin juga banyak, tapi yang pada akhirnya transfer sedikit.

Di tahap ini, calon pembeli sebenarnya sudah berminat dengan barang dagangan Anda. Buktinya mereka mau berusaha untuk isi form pembelian / menghubungi admin melalui Whatsapp. Tinggal selangkah lagi mereka untuk transfer.

Poin krusial yang perlu Anda perhatikan adalah teknik follow up dan closing Anda. Kalau cara Anda buruk, calon pembeli yang tadinya yakin mau beli, bisa dipastikan putar arah dan ngga jadi membeli produk Anda. Sayang banget kan.

Pastikan Anda melakukan follow up secara berkala dengan cara yang baik. Pastikan di setiap follow up selalu akhiri chat dengan pertanyaan dari Anda, agar obrolan ngga putus begitu aja. Yakinkan mereka, dan arahkan mereka untuk transfer.

Ilmu closing ini biasanya dipelajari secara terpisah sih. Berbeda dengan teknis beriklan. jadi saya hanya coba berikan insight nya saja, agar Anda memahami alurnya. Intinya, kalau Anda melayani calon pembeli dengan niat menolong, nantinya semua sikap Anda akan terbawa baik, dan mereka merasa nyaman.

Beda halnya jika Anda bernafsu mengejar uang mereka, dipastikan akan terbawa juga dalam perilaku Anda. Misalnya, follow up terlalu sering dengan bahasa yang cenderung memaksa. Anda ngga menyadari perubahan itu. Tapi calon pembeli Anda merasakannya.

Penutup

Itulah sekilas beberapa masalah dalam iklan Facebook, dan sedikit insight bagaimana saya mencari solusinya. Memang ngga dibahas terlalu detail, karena tulisan kali memang ngga membahas hal teknis.

Kalau Anda memiliki masalah yang lain seputar beriklan, tuliskan di kolom komentar ya. Barangkali kita bisa diskusi dan mencari solusinya.

Yang penting, jangan pernah bosan untuk mencoba, split test, membaca data, evaluasi, dan perbaiki langkah selanjutnya. Begitu saja terus menerus, nanti Anda akan mulai merasakan “ritme” dan menemukan strategi terbaik dalam beriklan di Facebook.

Semangat ngiklan, bro !

Review Artikel Ini

Kualitas isi & gaya bahasa artikel :

Isi Form Feedback

Berikan alasan Anda memberikan review rendah

Komentar Pembaca . . .

  1. Selamat Siang, kak.

    Kak, saya memasang FB Ads dengan model clik to WA dengan durasi 10 hari.
    Nah, link clicks to WA di FB Ads tertulis 300 cliks tapi saya hanya mendapat 10 WA.

    Bagaimana cara menganalisanya ya? atau adakah artikel mengenai hal ini?
    Thanks.

    • Hai Maria, salam kenal.

      Maksudnya iklan masuk ke web, lalu di dalam web ada tombol WA mengarah ke CS, begitu ya ? Kenapa klik WA banyak tapi yang real masuk ke chat sedikit ? Saya curiga masalahnya ada di kalimat chat nya. Jadi banyak yang klik, tapi akhirnya bounce ( balik lagi ). Boleh tau kalimatnya apa ?

      Biasanya saat klik tombol WA akan tampil kalimat tertentu yang sudah kita set sebelumnya kan ? Asumsi saya, biasanya karena kalimatnya terlalu to the point seperti “saya mau order” atau sejenisnya. Harusnya dibuat lebih halus misalnya “saya mau nanya tentang produk ini dong”.

      Karena ngga semua yang chat mau langsung order. Ada yang mau nanya-nanya dulu.

  2. mas ini data saya yang click WA di dasbord fb ads ada 39 orang, nah yang masuk ke WA cuma 2 orang..
    kenapa ya kira2 ini masalahnya dimana?

    • Hi mas Alfian.

      Ada beberapa kemungkinan :

      1. Pas klik tombol WA dari desktop kan di bawa ke web dulu, klik chat baru masuk ke WA. Bisa jadi ngga banyak yang lanjut.
      2. Pas klik tombol WA dan sudah masuk ke WA bisa jadi batal chat karena kalimat otomatis yang di setup ngga tepat. Jadi mereka ga jadi chat.

      Solusinya :

      1. Coba ngiklan hanya ke mobile aja.
      2. Buat tes beberapa isi kalimat yang berbeda. Misalnya “Hai, saya tertarik dengan sepatu ini”, lalu “Halo, saya mau tanya tentang sepatu ini”, dan sebagainya.

      Solusi lainnya, bikin form berisi 1 kolom. Calon konsumen disuruh isi nomor WA nya di kolom itu dan submit. Nanti CS kita yang hubungi konsumen. Dengan begini datanya lebih valid.

      Jadi yang di track adalah thank you page setelah mereka klik submit.

      Btw pertanyaan mas sama dengan komen yang di atas ini, hehe.

    • Mas sy 7 hari terakhir kan lagi matiin iklan karena landing page sy lg ganti server dari sharehosting ke VPS. Nah pagi ini sy nyalakan kembali iklan saya. Tiba2 akun iklan sy didisable dgn alasan melanggar aturan..sy 3 bulan ini gapernah ada masalah apa2. Lalu sy balas emailny tp dibalas lg tidak bs diaktifkan kembali. Ini gmn solusinya?? Data pixel yg terkumpul sudah banyak sekali mas dan saya hanya pny 1 produk jualan itu,1 akun iklan dan 1 pixel tersebut 😭😭

      • Coba di cek notifnya mas, aturan apa yg dilanggar. Di hari & jam kerja coba aja chat ke Fb support.

        • Ini mas. Padahal gapernah ad langgar apa2. Ga ad ubah apa2. Hri ni sy cuman TURN ON iklan yg lg dipause dan iklan ud lama

          Halo, Saya telah melihat akun iklan Anda dan sayangnya kami tidak dapat mengaktifkannya kembali. Semua akun iklan dievaluasi untuk kepatuhan kebijakan dan kualitas konten iklan. Karena akun iklan Anda secara konsisten mempromosikan iklan yang tidak mematuhi Kebijakan Periklanan kami atau standar lain, akun iklan tersebut telah dinonaktifkan. Saya sarankan melihat modul Blueprint e-learning kami untuk lebih memahami Kebijakan Periklanan kami. Anda dapat mengakses modul melalui tautan ini. Terima kasih, Tim Iklan Facebook

          • Atau bisa jadi memang ada yg melanggar sejak awal. Tapi blm pernah kena manual review jadi masih aman.

            Solusinya ya coba kirim pesan ke support, saya selalu di respon kok di hari & jam kerja. Atau via chat kalau mau lebih cepat.

  3. Wah keren artikelnya mas, beberapa kali search artikel tentang real WA yang masuk itu sedikit, berbeda jauh dengan leads yang ada di dashboard. Baca artikel ini jadi ada pencerahan. Btw mas sendiri biasanya untuk tahap testing sampai ketemu winning campign ngabisin budget berapa mas? Hehe

    • Alhamdulillah. Terima kasih sudah mampir mas. Wah kalau spent budget variatif sih mas, yang jelas masih kecil kok, hehe.

  4. Halo mas alief pakabar mas?
    Mas saya lagi running iklan pertama nih, udh jalan 7 hari dan masih berlanjut.
    Periode 27 Jul – 2 Agustus
    Objective nya traffic dengan daily budget 20k. Berikut detail report sesuai dengan ilmu dari mas alief untuk dianalisa :

    Reach 18.727
    CTR nya 1.52%, CPC nya Rp400
    Link click nya 277, content view cuman 88 mas (35%).
    tapi kalo lihat landing page view angkanya 146 mas.

    Ini analisa nya gimana ya mas? apakah termasuk ke buruk atau gmn?
    apa yang harus saya lakukan dengan data ini? Iklan nya ini akan berakhir
    di tanggal 5 ( 2 hari lagi ). Setelah iklan ini berakhir rencana saya akan melanjutkan dengan objective yang sama yaitu traffic, namun tergantung dari saran mas alief setelah melihat analisa diatas. Apakah mengganti objective, atau funneling, atau mencoba mengganti audience dan gunakan split test?

    Mohon maaf mengganggu akhir pekan mas alief dengan serangkaian pertanyaan yang bertubi tubi.

    Terima kasih banyak sebelumnya mas.

    • Halo mas, Alhamdulillah baik.

      LP view = Real user yg mendarat di web.

      LP view 146 atau 52% dari link click 277, besar kemungkinan ada masalah dengan speed, makanya drop rate nya. Standard saya minimal 80% ( bisa jd berbeda setiap orang ).

      VC cuma 88 ? Ada yg slh dengan peletakan kode pixelnya. Angka VC itu harusnya minimal sama dengan LP View, atau lebih ( kalau user akhirnya buka lebih dari 1 halaman di dlm web ), ga mungkin kurang dari LP View.

      Saya curiga slh taroh pixel.

  5. Mas utk iklan PPE. cost per engagement yg bagus kira2 berapa Rp? Biar sy tau patokan nya. Perkiraan aja mas yg mas tau. Makasi mas ^_^

    • Mohon maaf mas, udah lama bgt saya ngga pakai PPE, jadi udah ngga update rata-rata dapet CPE nya berapa, hehe. Mohon maaf.

      Tapi biasanya tetap akan berbeda-beda sih. Cara termudah utk tau, jalanin aja iklannya 5-7 hari. Lihat data iklan yg winning ( banyak engagement ), nah angka CPE yg muncul itulah yg biasanya saya jadiin patokan.

      Iklan-iklan berikutnya biasanya ngga jauh dari itu.

  6. Oke mas. Wajar ga sih mas kita main conversion yg chat masuk banyak ke WA tp utk iklan kita like comment shareny ga banyak? Sering liat iklan di timeline FB iklan2 yg like comment shareny bejibun ampe skg penasaran itu PPE/conversion

    • Kembali lagi kepada tujuan dari sebuah objective campaign.

      Conversion tujuannya apa ? Konversi ( VC, ATC, IC, atau Purchase ). Meskipun ngga ada like / komentar satu pun, tapi kalau angka konversi sesuai goal yg kita setup di Adset tercapai, ya artinya performa iklan bagus. Karena Fb akan mencarikan kita audience yg suka melakukan tindakan tertentu di dalam web ( VC / ATC / IC / Dll ), dan biasanya mereka ga suka like / komen.

      Beda dengan PPE. Namanya juga Engagement. Ya Fb akan mendistribusikan iklan kita ke orang-orang yg suka like, komen & share. Klik iklan & masuk web ? Blm tentu. Beli produk kita ? Apalagi ini.

      Jadi di setiap objective campaign, metriks yg diperhatikan berbeda-beda. Hal ini saya bahas detail di artikel “cara membaca data iklan di dashboard”.

      Makanya, sebelum menulis teknis cara beriklan, saya lebih dulu membuat artikel “13 tipe objective campaign” karena ini hal fundamental. Kita harus tau apa tujuan sebuah campaign, sehingga kita bisa membuat materi iklan yg tepat sesuai dengan tujuan campaign.

      Mau berharap banyak orang ATC di web, tapi jalankan campaign VideoViews ? Ya besar kemungkinan ngga akan tercapai. Karena yg dicari Fb adalah orang-orang yg suka menonton video.

  7. Mas mau tanya lagi dan akan terus bertanya nih kayaknya hehe.. Saya analisa iklan saya, saya belum punya LP, saya arahkan langsung ke messenger dengan hasil 13 percakapan dari jangkauan 9704, klik tautan (unik) 114, klik tautan 120, klik tautan (semua) 338.
    Pertanyaan saya: Ini CTRnya rendah banget ya mas, nah maksud/perbedaan dari klik tautan unik, klik tautan dan klik tautan semua itu gimana ya mas? dan kenapa yang masuk ke messenger hanya 13? Itu ada yang salah ya?
    Waktu saya arahkan ke WA juga gt, apakah link terlalu panjang berpengaruh? Harus sya pendekkan? Ya, memang enaknya punya LP untuk punya data ya mas, saya penasaran sama data tsb. kira-kira knp? Mohon maaf pertanyaannya panjang ya mas, semoga Allah balas kebaikan mas dan semakin sukses aamiin..

    • CTR link berapa ? 1.2% bukan ?

      Funnelnya cukup pendek, dari orang lihat iklan, klik, langsung masuk messenger ( leads ), benar begitu kan ya ? Jadi ngga ada fase ViewContent ( LP ) yg bisa digunakan untuk edukasi produk, benefit, dan mempersuasi user untuk mau hubungi kita ( baru disini masuk leads ). Sah-sah saja sih, selama profit.

      Aktual klik & real chat pasti berbeda, hampir ngga pernah sama. Pasti ada drop rate, beberapa penyebabnya sesuai yg sudah saya jelaskan di artikel ini.

      Klik tautan semua : Klik link, gambar, dan “see more” dihitung juga sebagai klik.
      Klik tautan unik : Orang-orang baru yg klik link iklan ( ngga ada duplikasi data ).
      Klik tautan : Orang yg klik link iklan ( bisa jd orang baru, bisa jd orang yg sama klik 2x ).

      Dari reach ke leads ( masuk Messenger ) terjun bebas mungkin karena orang malas, mereka maunya baca-baca dulu info produknya, baru chat seller untuk nanya. Ini klik iklan langsung masuk chat, mereka lebih pilih keluar. Ini cuma asumsi saya ya, belum tentu benar. Isi iklannya gimana saya juga ga tau.

      Jadi perlu dipahami betul, bagaimana behaviour target market Anda.

      • Terimakasih banyak mas.
        Iya 1.2%.
        Oya drop rate-nya itu apakah masih wajar? Dari 100-an masuk hanya 13?
        Produk yang saya jual produk fashion “Sandal” mas.

        • CTR link 1,2% itu masih normal.

          Jumlah user klik ( 120an ) VS real chat masuk ( 13 ) = Sekitar 10% berarti. Ini cukup rendah. Kalau saya standard nya 30%. Ini ngga baku ya.

          Kenapa rendah ? Ya mungkin itu tadi yg saya asumsikan. Mungkin orang-orang maunya klik iklan terus baca-baca dulu info produknya, bukan langsung disodorin suruh chat. Karena mindsetnya kalau disuruh chat = disuruh beli. Padahal mereka belum tentu beli. Maunya lihat-lihat dulu.

          Solusi terbaiknya ya coba pake landing page.

          Kalau utk retarget orang yg sudah masuk LP tapi ngga chat, nahh ini bisa pakai metode iklan langsung masuk chat. Mereka sudah termasuk warm market, sudah tau produknya, tinggal di treatment sampai closing.

Yakin Ngga Mau Diskusi ?