Tips Mudah Menganalisa Masalah Dalam Iklan

Ngga pernah ada hal yang 100% berjalan mulus. Hampir selalu saya ( dan mungkin juga Anda ) dihadapkan dengan masalah. Termasuk juga saat beriklan. Makanya, penting bagi Anda untuk bisa menganalisa masalah dalam iklan Facebook.

Nah, salah satu keuntungan jika Anda sudah mahir membaca data iklan, maka Anda bisa lebih mudah menganalisa masalah dalam iklan Facebook Anda. Bahkan di beberapa kasus Anda bisa melakukan tindakan antisipasi lebih cepat sebelum masalah datang.

Ngobrolin Facebook Ads, erat kaitannya dengan data, data, dan data. Jadi semua masalah yang terjadi pun hampir bisa dipastikan pasti berkaitan dengan data. Jadi kalau Anda ngga bisa baca data di dashboard Ads Manager, bakal pusing sendiri nanti, hehe.

Analisa Masalah Dalam Iklan Facebook

Beberapa kendala yang saya tuliskan di bawah ini merupakan apa yang pernah saya alami sendiri, maupun masalah-masalah beriklan yang saya tau melalui teman-teman yang sharing ke saya. Jadi saya bagikan aja untuk Anda ya.

1. Bingung Menentukan Target Audience

Produk udah ada, udah oke. Sekilas target market juga udah kebayang. Namun saat awal-awal menjalankan iklan di Facebook, ternyata kebingungan menentukan target audience. Pernah mengalami ? Saya pernah. Dan itu salah.

Harusnya sebelum beriklan Anda sudah matang menjabarkan setiap detail informasi yang berkaitan dengan calon pembeli produk & jasa yang Anda jual. Jadi saat mulai beriklan, sudah ada bayangan meski ngga 100%.

Untuk langkah awal hajar aja dulu dengan cara split test Adset berisi target audience yang berbeda-beda. Bisa dibedakan usianya, tempat tinggalnya, atau detailed targetting nya ( interest, behaviour & demographic ).

Jalankan bersamaan, nanti akan terlihat Adset mana yang lebih menonjol, silahkan duplikat Adset tersebut ke dalam campaign baru, dan jalankan dengan menggunakan beberapa Ads ( split test konten iklan ).

Jadi di awal split test Adset untuk mencari komposisi audience yang tepat, lalu di tahap kedua mencari konten iklan yang paling cocok untuk target audience yang sudah dipilih berdasarkan hasil split test awal.

2. Bingung Menentukan Strategi Iklan

Ngga usah berpikir terlalu kompleks dan berbelit. Kembali pahami fungsi masing-masing objective campaign Facebook, maka Anda akan mulai terbayang strategi funneling apa yang bisa dilakukan untuk beriklan.

Saya asumsikan Anda berjualan melalui website ( dan saya sarankan Anda membuatnya kalau belum punya web ), maka langkah awal Anda bisa beriklan menggunakan objective Traffic berisi iklan soft selling yang mengarahkan audience untuk masuk ke web.

Langkah kedua Anda bisa melakukan iklan retarget menggunakan campaign Traffic ( lagi ) atau Reach dan menargetkan pixel ViewContent di web Anda. Pastikan Anda sudah memasang kode pixel dengan baik sebelum mulai beriklan.

Lakukan saja 2 langkah diatas terus menerus. Anda akan mendapatkan banyak leads yang masuk web, sebagian sudah melakukan pembelian, sebagian Anda follow up, sebagian yang belum beli juga terus dikejar oleh iklan retargetting Anda. Dan, pixel web Anda akan semakin matang.

Saat sudah matang, Anda bisa mulai melakukan langkah ketiga, yakni menjalankan iklan Conversion yang lebih powerful. Iklan Anda akan menjangkau audience yang karakternya sesuai data pixel Anda. Bayangin kalau pixel purchase Anda sudah terkumpul banyak, pasti performa iklannya bagus.

3. Iklan Jarang di Klik Audience

Bingung kenapa angka CTR Link ( click through ratio ) kecil ? Sudah jelas kemungkinannya hanya dua. Tampilan iklan Anda sangat buruk sehingga audience ngga tertarik melakukan klik, atau iklan Anda ngga relevan dengan target audience. Alias salah targetting.

Patokan saya angka CTR Link di bawah 1% itu buruk, dan pasti iklan saya matikan. Kalau masih diatas 1% pun saya lihat data lanjutannya ( yang masuk web, yang klik beli, yang chat wa ), kalau jelek, bisa jadi saya matikan juga.

4. Klik Iklan Banyak, Yang Masuk Web Sedikit

Angka CTR Link udah keren diatas 2% tapi kok angka ViewContent jeblok ? Alias ngga ada audience yang masuk ke web. Biasanya sih penyebabnya cuma satu, kecepatan load web Anda lambat. Alias lemot.

Jadi banyak user yang sudah melakukan klik iklan tapi akhirnya klik tombol back ( bounce ) gara-gara kelamaan nunggu web Anda yang tidak kunjung terbuka / tampil sempurna. Coba cek deh, dan segera perbaiki.

Kalau saya biasanya patokan angka ViewContent yang baik adalah 75% dari jumlah klik. Kalau di bawah itu berarti ada yang kurang maksimal dari halaman landing page saya. Beberapa penyebab umum selain masalah teknis, biasanya karena terlalu banyak gambar di landing page. Atau gambarnya ngga di kompres.

5. Sedikit Yang Mengisi Form

Calon pembeli yang masuk ke halaman penjualan udah cukup banyak dan stabil, terlihat dari angka ViewContent yang bagus di dashboard iklan. Tapi kok yang mengisi form pembelian, atau klik tombol beli, cuma sedikit ya ?

Kalau ini sih perlu di analisa lebih detail, karena penyebabnya bisa banyak hal. Bisa jadi harga produk Anda kemahalan. Atau copywriting di landing page Anda kurang bisa menggugah minat calon pembeli. Bisa juga karena form pemesanan terlalu ribet.

Solusi awal yang bisa Anda lakukan adalah membuat beberapa landing page dengan bentuk yang berbeda, lalu diiklankan. Nanti terlihat landing page mana yang banyak menghasilkan pemesanan user.

Solusi lain yang saya sarankan dan sangat akurat ( tapi berbayar ) adalah dengan cara memasang sistem heatmap di web Anda. Singkatnya, sistem ini bisa melacak aktivitas user ketika berada di dalam web Anda dalam bentuk video. Jadi Anda bisa tau kenapa mereka ngga klik tombol beli / isi form pemesanan.

Salah satu heatmap tracker yang saya rekomendasikan adalah Hotjar, karena kebetulan saya juga pakai. Sekitar 300 ribuan per bulan kalau ngga salah sih.

Bagi saya, idealnya jumlah orang yang mengisi form pemesanan, atau chat Whatsapp minimal diatas 30% dari keseluruhan orang yang sudah masuk ke landing page saya. Kalau kurang dari itu, artinya landing page saya perlu dibenahi.

6. Data Klik dan Real WA Berbeda

Hal ini sering banget terjadi. Data klik WA di ads manager ada 40, tapi real chat yang masuk ke CS cuma 4 orang, misalnya. Saya menganalisanya dari beberapa hal :

Pertama, kalau ada yang klik dari desktop, sebelum masuk ke halaman chat kan di bawah ke web Whatsapp dulu. Nah bisa jadi dari sana ngga banyak yang meneruskan chat.

Atau yang kedua. Setiap tombol WA yang Anda buat pasti sudah ada kalimatnya kan ? Jadi saat calon konsumen chat, mereka tinggal klik send. Nah bisa jadi kalimatnya kurang tepat, jadi mereka malah males buat lanjut chat.

Solusi yang pertama, Anda bisa beriklan dengan target pengguna mobile aja. Solusi yang kedua, Anda bisa tes beberapa kalimat. Cari tau kalimat mana yang hasilnya paling bagus. Saya pernah tes ini, dan ternyata emang berpengaruh.

Solusi lainnya, di dalam landing page, tombol klik WA di modifikasi jadi form 1 kolom & tombol submit. Jadi konsumen disuruh mengisi nomor WA mereka, klik submit, dan redirect ke Thank You page. Jadi yang di track adalah Thank You page, dan datanya lebih valid.

Selanjutnya, CS Anda tinggal jemput bola alias menghubungi konsumen melalui nomor WA yang sudah mereka submit sebelumnya. Pakai cara ini, jumlah real WA meningkat.

7. Jumlah Penjualan Rendah

Invoice pembelian yang tercetak udah cukup banyak, tapi angka penjualan ( orang yang akhirnya transfer ) rendah. Atau, leads yang masuk ke Whatsapp dan chat dengan admin juga banyak, tapi yang pada akhirnya transfer sedikit.

Di tahap ini, calon pembeli sebenarnya sudah berminat dengan barang dagangan Anda. Buktinya mereka mau berusaha untuk isi form pembelian / menghubungi admin melalui Whatsapp. Tinggal selangkah lagi mereka untuk transfer.

Poin krusial yang perlu Anda perhatikan adalah teknik follow up dan closing Anda. Kalau cara Anda buruk, calon pembeli yang tadinya yakin mau beli, bisa dipastikan putar arah dan ngga jadi membeli produk Anda. Sayang banget kan.

Pastikan Anda melakukan follow up secara berkala dengan cara yang baik. Pastikan di setiap follow up selalu akhiri chat dengan pertanyaan dari Anda, agar obrolan ngga putus begitu aja. Yakinkan mereka, dan arahkan mereka untuk transfer.

Ilmu closing ini biasanya dipelajari secara terpisah sih. Berbeda dengan teknis beriklan. jadi saya hanya coba berikan insight nya saja, agar Anda memahami alurnya. Intinya, kalau Anda melayani calon pembeli dengan niat menolong, nantinya semua sikap Anda akan terbawa baik, dan mereka merasa nyaman.

Beda halnya jika Anda bernafsu mengejar uang mereka, dipastikan akan terbawa juga dalam perilaku Anda. Misalnya, follow up terlalu sering dengan bahasa yang cenderung memaksa. Anda ngga menyadari perubahan itu. Tapi calon pembeli Anda merasakannya.

Penutup

Itulah sekilas beberapa masalah dalam iklan Facebook, dan sedikit insight bagaimana saya mencari solusinya. Memang ngga dibahas terlalu detail, karena tulisan kali memang ngga membahas hal teknis.

Kalau Anda memiliki masalah yang lain seputar beriklan, tuliskan di kolom komentar ya. Barangkali kita bisa diskusi dan mencari solusinya.

Yang penting, jangan pernah bosan untuk mencoba, split test, membaca data, evaluasi, dan perbaiki langkah selanjutnya. Begitu saja terus menerus, nanti Anda akan mulai merasakan “ritme” dan menemukan strategi terbaik dalam beriklan di Facebook.

Semangat ngiklan, bro !

 

Diskusi Pembaca . . .

  1. Iklan objective traffic, Rp.30.000,-/day, dari yang klik tautan yang berhasil landing ada 482 ka, nah dari sini terjun drastis yang atc hanya 13, berhasil masuk WA 6, closing 2, profit 210rb

    Balas
    • ViewContent ke ATC sekitar 2,6%, anjlok.
      ATC ke real WA 46%, bagus diatas 20%
      Closing rate 33% bagus

      Artinya memang ada masalah di LP yg menyebabkan orang ga lanjut ke WA. Penyebabnya seperti komentar saya sebelumnya. Itu saja coba di analisa.

      Iklannya udah bagus banget ini. Tinggal poles LP nya aja.

      Balas
  2. Assalamu’alaikum ka guru. Maaf saya mau menghantui lagi dengan pertanyaan saya. Mau minta pendapat, menurut analisa ka guru, ini saya salah dimana ya, saya takut salah analisa.
    •Iklan berjalan 6 hari
    •Jumlah yang dibelanjakan Rp.180.325,-
    •Jangkauan 65.535
    •Klik Tautan 1.227
    •Biaya Per Tayangan Halaman Rp.384,-
    •CPC Rp.90,-
    •CTR 2,38%
    •Dan saya fokuskan orang² yang sudah berhasil masuk web untuk klik button WA yang saya pasang pixel ATC.. Jumlah ATC kayanya drop bgt hanya 13.
    • Total profit yang saya dapat Rp.210.000,-
    •Iklan diatas saya jalankan 2 kali, 3 hari pertama menurut saya yg klik WA sedikit tp yg masuk LP lumayan banyak, jadi saya perbaiki tampilan LP, tapi di iklan kedua, LP saya sepertinya masih blm meyakinkan orang yang mendarat untuk klik WA.
    Bagaimana menurut ka Guru?
    Maaf kaya ngasih tugas ini.

    Balas
    • Wa’alaikumsalam, salam kenal.

      1. Iklannya pakai objective apa ?
      2. Reach diatas 10% dari ad spent, udah bagus.
      3. CTR cukup tinggi 2,38% artinya iklannya bagus
      4. CPC sangat murah, artinya udah bagus

      Masalahnya ga ada yg klik WA ya ? Artinya LP nya kurang “menggugah” orang untuk lanjut ke WA.

      Bisa karena :

      1. Sales copy kurang greget
      2. Letak tombol CTA kurang strategis
      3. Jumlah tombol CTA terlalu sedikit
      4. Kalimat di tombol CTA kurang persuasif
      5. Warna tombol CTA kurang kontras
      6. Salah harga ( kemahalan )
      7. Kurang gimmick ( diskon / harga coret / bonus / lainnya )

      Jadi harus di analisa dari 7 poin di dalam LP itu mana kira2 yg menyebabkan orang ga lanjut ke WA.

      Balas
  3. Salam kenal mas alief, terima kasih atas postingan yang sangat bermanfaat ini mas.

    Saya mau tanya mas, saya sudah jalankan iklan conversion selama 4 bulan dengan optimasi view content. Data yang saya dapatkan :
    Reach : 469.114
    link clicks : 8.402
    content views : 13.376
    CTR : 0.68%
    ATC : 222
    IC : 76
    frequency : 2.63 %
    purchase website : 26
    purchase wa : 256

    Alurnya customer klik iklan kemudian masuk ke website, pilih produk, bisa transaksi di website atau bisa juga pembelian via wa (ada pilihan klik tombol beli via wa di website).

    Dengan data yang ada sekarang kira” analisa untuk iklan saya gimana ya mas? apakah saya perlu buat iklan baru dengan optimasi view content dengan audience baru atau bisa menggunakan data view content untuk buat CA VC?

    mohon maaf kl ada kekurangan data dan salah dalam penyampaian mas.

    Balas
    • Salam kenal mas Ivan.

      0. Pastikan iklan sudah profit apa blm ? Hehe.

      1. Data ViewContent sudah banyak. Bikin aja CA dan LLA dari sini. Ga perlu ke audience baru lagi.

      2. Optimasi Adset masih di level ViewContent selama ini ? Coba duplicate ke campaign baru, lalu naikkan optimasinya jadi ATC. Karena sample ATC sdh cukup banyak juga. Atau kalau mau ambil resiko ( ini gaya saya ) ya campaign yg ada aja di edit Adsetnya, naikkan optimasi jadi ATC.

      3. All purchase di upload datanya mas, jadikan CA LTV, lalu buat LLA nya. Jalankan campaign Conversion baru, mulai dari optimasi VC lalu naik perlahan ke ATC setelah datanya bagus.

      4. Maksimalkan lagi ad copy & image, utk dongkrak CTR nya.

      5. Udah jalankan iklan retargetting ? Pakai Reach aja. Utk VC exclude ATC, utk ATC exclude IC.

      Kira-kira itu sih yg akan saya lakukan dengan data diatas. Anyway, keren mas, datanya lengkap & penyampaiannya baik. Jadi mudah analisanya.

      Sukses selalu mas.

      Balas
      • Sejauh ini sih iklan tidak sampai boncos mas, tapi masih pas” saja keuntungan untuk bayar iklan, hehe.

        Terima kasih banyak mas atas sarannya semua, saya coba jalankan semuanya mas, kalau ada kesulitan nanti saya bertanya lagi ya mas, hehe. Terima kasih mas alief.

        Balas
        • Siap mas, sukses selalu ya. Jangan sungkan untuk bertanya kalau ada kendala lagi.

          Balas

Mau Diskusikan Sesuatu ?

Jelaskan secara detail pertanyaan Anda agar saya bisa paham. Jangan pakai emoticon, nanti masuk spam.