Membaca Data Iklan di Dashboard Ads Manager

Bagi Anda yang masih mengandalkan Facebook Ads sebagai traffic source untuk mendatangkan pengunjung, setidaknya perlu menguasai beberapa hal dasar, termasuk soal membaca data iklan.

Sebelum berbicara soal teknis yang ‘njlimet’ seperti membaca data iklan, tentunya Anda harus memahami langkah – langkah awal sebelum beriklan.

Salah satunya soal tujuan beriklan.

Sederhana namun krusial. Sebelum membuat sebuah Campaign, tentunya Anda harus menentukan GOAL iklan tersebut.

Sehingga Anda bisa memilih objective campaign yang paling tepat, dan lebih mudah memahami metriks apa saja yang harus di optimalkan.

Saya akan bahas lebih detail di bagian bawah.

Jika goal iklan sudah Anda tentukan dengan pasti, dan iklan pun sudah di buat dan dijalankan dengan cukup baik.

Lalu, apakah tugas Anda selesai sampai di situ ? Belum, baru setengah perjalanan untuk mendulang profit. Atau boncos.

Iklan yang sedang berjalan harus selalu Anda pantau dan analisa datanya. Dengan begitu, Anda tahu harus mengambil keputusan apa.

Banyak metriks yang harus di kontrol untuk menentukan iklan tersebut profitable, atau justru harus segera dihentikan.

Membaca Data Iklan Facebook

Dashboard Facebook ads manager
Dashboard Ads Manager

Saya mau cerita sedikit tentang bagaimana ‘perilaku’ saya beriklan menggunakan Facebook Ads, khususnya saat membaca report di dashboard.

Kenapa membaca data iklan itu penting ? Karena Facebook Ads itu dinamis, berubah – ubah kondisinya.

Sehingga Anda dituntut mengerti kondisi iklan yang sedang berjalan, agar bisa menentukan keputusan selanjutnya.

Apakah mau scale up, scale down, duplicate Adset, dan banyak lagi.

Nah, parameter di dalam Ads Manager kan sangat banyak. Jadi metriks apa saja yang sekiranya bisa dijadikan pegangan hidup saat membaca data iklan ?

Tunggu dulu. Jangan buru – buru lihat teknis angkanya, hehe.

Sebelum ke tahap itu, coba Anda cek kembali catatan awal Anda tentang GOAL iklan. Pastikan lagi, tujuan Anda beriklan untuk apa ?

Mau memperkenalkan info / brand baru Anda ke orang – orang ? Bisa pakai objective Reach / Brand Awareness, untuk disebarkan sebanyak mungkin oleh Facebook ke target audience.

Mau memviralkan postingan Anda ? Coba pakai objective Engagement buat menyasar orang – orang yang suka like, komen & share.

Mau mengumpulkan database pixel ?

Pakai saja objective Traffic, Facebook akan mencarikan Anda orang – orang yang suka klik link ( diarahkan ke web yg sudah ditanam pixel ).

Atau mau meningkatkan konversi penjualan di Web ? Wajib gunakan objective Conversion, dan Facebook akan mencari orang – orang yang hobi berbelanja Online di web.

Dan masih banyak objective lain yang ada di dashboard Facebook Ads Manager. Tapi umumnya yang paling sering di pakai adalah yang saya sebutkan di atas.

Facebook punya data apapun tentang audience Anda.

Kalau sudah tahu tujuannya, lebih gampang menganalisa iklannya berdasarkan metriks tertentu yang paling dibutuhkan.

Saya coba berikan 1 contoh ya.

Saya jalankan iklan Conversion dengan optimasi AddToCart.

Dengan tujuan agar audience mengunjungi Landing Page, baca penawaran produk, lalu di akhir mereka klik tombol ‘Order Via WA’ ( pixel AddToCart ).

Terbayang alurnya ? Nah, kira – kira metriks apa saja yang harus dipantau ?

1. Reach

Angka ini menunjukkan sudah seberapa banyak iklan saya menjangkau audience, berbanding dengan budget yang sudah dikeluarkan.

Perbandingan ideal ( versi saya ) adalah Reach 1/10 dari budget spent.

2. Outbond Click

Parameter ini memberi tahu saya berapa banyak audience yang klik link yang ada di iklan, dan berhasil keluar dari Facebook.

Semakin banyak yang klik, artinya iklan yang saya buat berhasil menarik minat audience untuk tau lebih jauh lagi.

3. Outbond CTR

Ini juga penting buat saya, untuk melihat perbandingan antara Impresi ( berapa kali iklan dilihat audience ) dan berapa banyak yang klik link.

Biasanya kalau Objective Traffic / Conversion sih angka CTR nya di kisaran 1% – 2%.

Makin tinggi makin bagus, artinya iklan tersebut sangat menarik sehingga audience mau melakukan aksi, yaitu klik link iklan.

2. Website Landing Page View

Nah ini gunanya agar saya tahu seberapa banyak orang yang sudah klik iklan dan berhasil masuk sampai ke Landing Page.

Orang yang sudah klik, belum tentu masuk ke Landing Page.

Karena kalau link nya mengarah keluar Facebook, setelah klik link pasti ada kotak peringatan, yang memberi tahu jika Anda keluar dari Facebook maka akan dikenakan biaya paket data tambahan.

Dan ngga semua orang jadi keluar lho. Parameter ini untuk melihat seberapa berkualitasnya target audience saya, hehe.

Atau bisa jadi disebabkan loading web yang lambat, seringkali membuat audience memencet tombol ‘Back’ dan tidak jadi masuk.

Perbandingan ideal ( versi saya ) adalah Landing Page View 75% dari Outbond Click.

3. Website AddToCart

Metriks ini untuk mengetahui berapa banyak orang yang sudah masuk ke Landing Page, baca penawaran saya sampai bawah, akhirnya klik tombol ‘Order Via WA’.

Semakin banyak yang klik, artinya semakin bagus kualitas Landing Page saya menawarkan produk, sehingga mereka berniat order.

Perbandingan ideal ( versi saya ) adalah AddToCart 75% dari Landing Page View.

4. Cost per AddToCart

Tujuannya agar tahu berapa biaya yang dibebankan ke iklan saya saat ada orang yang masuk Landing Page dan klik tombol ‘Order Via WA’ ( pixel AddToCart ).

Parameter ini bisa jadi acuan perbandingan dengan profit margin produk yang sedang saya jual. Jadi bisa tahu biaya iklan berapa, dan harus menjual berapa produk sehari agar bisa menutupi biaya iklan.

Penutup

Kurang lebih itu beberapa parameter penting yang biasa saya lihat. Beda tujuan iklan, biasanya beda lagi cara membaca data iklannya.

Parameter lainnya sih standart saja, seperti Starts, Amount Spent, CPM, Frequency, Budget, Relevance Score, dll.

Tingga buat saja customize column versi Anda sendiri.

Cara membuat custom column Facebook Ads
Customize Column Ads Manager

Caranya ? Lihat gambar diatas, lalu pilih ‘Customize Columns’, ceklist parameter apa aja yang Anda butuhkan, klik save as preset, beri nama, lalu klik Apply.

Jangan lupa set as default ya.

Anda bisa membuat beberapa custom column sesuai kebutuhan iklan.

Misalnya saat jalankan iklan Engagement, tinggal ganti saja custom column nya. Begitu juga saat gunakan iklan Traffic / Conversion ya disesuaikan lagi.

Karena ngga mungkin kan menjalankan iklan Conversion tapi parameter yang di lihat adalah Engagement seperti like, comment & share ?

Begitu saja sedikit cerita tentang cara saya membaca data iklan, semoga menginspirasi Anda. Silahkan di share kalau dirasa bermanfaat.

Ini Kata Mereka . . .

    • Bisa dari kualitas hosting, tema yang dipakai, banyaknya gambar yang ada di dalam landingpage, cara optimasi gambarnya, dan banyak faktor lainnya untuk mempercepat speed landing page.

Silahkan Berkomentar . . .