13+ Tipe Objective Campaign Facebook Ads

Sebelum memulai teknis beriklan, ada baiknya Anda sudah mengenal dan paham fungsi dari 13 objective campaign Facebook Ads dengan tugasnya masing-masing.

Peranan campaign dalam struktur iklan sudah saya singgung sebelumnya, yakni sebagai otak. Campaign bertugas mengoptimasi iklan kepada sekelompok orang yang memiliki kebiasaan tertentu, seperti suka menonton video, suka melakukan klik sebuah link, dan banyak lagi.

Dengan menggunakan campaign yang tepat, komposisi Adset tertarget, dan variasi konten iklan menarik, akan mampu mencapai GOAL iklan Anda dengan cepat dan terukur datanya.

Beragam nama & fungsi objective campaign terus berubah dari waktu ke waktu mengikuti update Facebook. Data yang saya pakai adalah sesuai saat saya memperbaharui artikel ini.

Tahapan Dalam Beriklan

Sebelum masuk ke dalam pembahasan 13 objective campaign Facebook Ads, jika di lihat secara global dalam penggunaannya maka Facebook membaginya ke dalam 3 tahapan beriklan, yaitu Awareness, Consideration, dan yang terakhir adalah Conversion.

1. Awareness

Facebook menyarankan Anda memulai beriklan di tahap ini, dengan asumsi bahwa para pengguna Facebook sama sekali belum tau siapa Anda, belum kenal Anda, sehingga perlu woro – woro agar mereka familiar dengan brand / produk Anda.

Jika mereka sudah sering mendengar / aware tentang keberadaan brand Anda, di tahap berikutnya akan lebih mudah untuk membuat mereka tertarik dan mengajak mereka melakukan sebuah aksi ( like, comment, share, dan klik link menuju ke web ).

2. Consideration

Jika Anda merasa target audience sudah cukup familiar dengan Anda, maka Anda bisa melanjutkan beriklan menggunakan campaign-campaign yang ada di tahap Consideration.

Di tahap ini iklan akan di optimasi kepada orang-orang yang mulai tertarik kepada penawaran Anda, dan melakukan sebuah aksi yakni like, comment, share dan klik iklan & masuk ke web.

3. Conversion

Ini tahap akhir dari proses beriklan, dengan cara mengoptimasi iklan Anda kepada orang-orang yang sudah tertarik untuk melakukan sebuah konversi ( download, pembelian, pendaftaran ) menggunakan optimasi kode pixel yang ditanam di dalam web.

Pembahasan pixel saya tulis di artikel terpisah ya.

Jenis campaign dalam Facebook Ads
Objective Campaign

Objective Campaign Facebook Ads

Saya akan bahas satu per satu fungsi objective campaign pada dashboard Facebook Ads.

1. Brand Awareness

Penjelasan Facebook : Tingkatkan kesadaran akan merek Anda dengan menjangkau orang-orang yang cenderung tertarik dengannya.

Campaign ini akan mengoptimasi iklan Anda kepada orang – orang yang suka menyimak.

Saat scrolling timeline Facebook, biasanya orang-orang tipe ini suka berhenti sejenak saat melihat ada iklan yang menurut mereka menarik, dan cenderung membacanya, namun belum tentu melakukan aksi lanjutan ( like, comment, share atau klik ).

Objective campaign Facebook Ads tipe ini sangat cocok bagi Anda yang ingin memperkenalkan produk / brand baru, sebelum melakukan penjualan kepada customer.

Misalnya, saya baru saja launching toko online.

Maka sebelum saya mulai untuk berjualan melalui iklan Facebook, ada baiknya saya menjalankan iklan Brand Awareness dengan tujuan memanaskan target audience, agar mereka tau tentang brand toko saya, dan jenis produk apa saja yang saya jual.

Ketika mereka sudah familiar dan akrab dengan brand / produk saya, tentunya akan lebih mudah saat saya menawarkan produk untuk mereka beli, karena mereka sudah mengenalnya.

2. Reach

Penjelasan Facebook : Tampilkan iklan Anda ke jumlah maksimum orang.

Sesuai penjelasan di atas, objective campaign jenis ini akan memaksimalkan iklan Anda untuk ditayangkan ke sebanyak mungkin pengguna Facebook yang aktif, tanpa mempedulikan apakah mereka orang yang suka menyimak, atau hanya hobi scrolling saja tanpa membaca iklan.

Betul, Facebook tidak akan mengoptimasi apapun di sini, hanya menyebarkan iklan Anda ke sebanyak mungkin orang. Oleh karenanya jika Anda menggunakan objective Reach, Anda bisa menjangkau banyak sekali orang dengan biaya yang sangat murah.

Objective Reach cocok untuk mempromosikan bisnis lokal kepada orang di sekitar Anda.

Misalkan, Anda baru saja membuka warung ayam bakar di sebuah lokasi. Anda bisa menggunakan objective Reach saat beriklan, dengan menargetkan orang – orang di sekitar Anda dengan radius 3 Km ( jarak radius bisa diatur pada saat setup Adset ).

Anda bisa mengisi konten iklan Anda dengan “Promo soft launching ayam bakar diskon 25% untuk 100 pembeli pertama” misalnya. Sehingga orang – orang di sekitar Anda akan tertarik, selain karena diskon, juga karena lokasinya yang dekat dengan mereka.

Tipikal orang Indonesia adalah konsumtif, maka jika ada sesuatu yang menarik perhatian mereka, ditambah lagi lokasinya yang dekat dan bisa di datangi ( belum tentu jadi beli ) maka biasanya mereka cenderung akan mencobanya, setidaknya satu kali.

3. Traffic

Penjelasan Facebook : Kirim lebih banyak orang ke tujuan diluar Facebook seperti percakapan di situs web, aplikasi, atau Messenger.

Bergeser ke tahap kedua, Consideration. Pada objective campaign Facebook ads berjenis Traffic, Facebook akan mengoptimasi iklan Anda kepada orang – orang yang suka klik link iklan di timeline mereka. Umumnya link yang ditanam di dalam iklan menuju ke web.

Objective Campaign Traffic
Objective Traffic

Ini adalah salah satu objective campaign favorit para Advertiser, termasuk saya, karena banyak data yang bisa diambil ketika menjalankan iklan menggunakan objective Traffic.

Anda bisa mendapatkan pixel pengunjung yang sangat berguna untuk di re-target atau di follow up. Seperti kita tau, bahwa hampir semua orang yang masuk ke web pertama kali biasanya tidak langsung melakukan pembelian. Oleh karena itulah pentingnya Anda melakukan proses retargetting untuk mengingatkan kembali mereka.

Selain itu, banyak juga pemain Adsense yang menggunakan objective campaign Facebook ads ( salah satunya Traffic ) untuk mendatangkan pengunjung ke web mereka agar potensi penghasilan mereka bertambah. Tapi sekarang sudah sulit sih.

4. App Installs

Penjelasan Facebook : Minta lebih banyak orang memasang aplikasi.

Saya pribadi belum pernah menggunakan objective tipe ini.

Namun dari namanya dan penjelasan Facebook sudah sangat jelas, bahwa iklan Anda akan di optimasi kepada orang-orang agar klik iklan yang menuju link download aplikasi milik Anda.

5. Video Views

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak orang melihat video Anda.

Objective Video Views tergolong baru usianya. Tampaknya Facebook coba mengakomodir kebutuhan para video maker untuk memaksimalkan iklan. Semakin ke sini semakin terlihat polanya bahwa video lebih banyak menyita perhatian user dibanding gambar biasa.

Dengan video Anda bisa bebas berekspresi, dan pesan yang ingin diutarakan akan lebih mudah sampai kepada user. Tak heran perusahaan besar rela menggelontorkan dana hingga puluhan juta rupiah, hanya untuk membuat video berdurasi kurang dari semenit.

Dengan menggunakan objective Video Views maka Facebook akan membawa iklan Anda kepada orang-orang yang suka menonton video. Tingkat engagement / interaksinya pun terbukti cukup tinggi, bahkan sering kali lebih tinggi dibanding objective Engagement.

Hebatnya lagi, Anda bisa menangkap kelompok audience yang sudah menonton video Anda untuk dijadikan custom audience yang bisa di retargetting kapanpun Anda mau.

Anda bisa memilahnya berdasarkan orang-orang yang sudah menonton video Anda selama 3 detik, 7 detik, 50%, hingga 95%. Sangat powerfull dan istimewa bukan ?

Objective campaign Video Views
Iklan Video Views

Memang untuk pembuatan konten video berkualitas tentunya jauh lebih sulit dibanding gambar biasa. Video Anda harus komunikatif agar audience bisa menangkap pesan yang ada di dalamnya.

Tapi tak ada salahnya mulai mencoba untuk memproduksi video terbaik bisnis Anda, karena peta persaingan juga belum terlalu tinggi ( karena proses pembuatannya yang tidak mudah ).

6. Lead Generation

Penjelasan Facebook : Mengarahkan lebih banyak prospek penjualan, seperti alamat email, dari orang – orang yang tertarik dengan bisnis Anda.

Objective campaign Facebook ads tipe ini bertujuan untuk mengumpulkan database audience, salah satunya email. Email siapa yang akan dikumpulkan ? Email orang – orang tertarget yang tertarik dengan produk yang Anda tawarkan di iklan.

Saya yakin Anda pasti sudah tau, bahwa email adalah salah satu aset atau database pemasaran digital tertua, yang sudah ada sejak dulu. Siapa sih yang ngga punya email ?

Namun hebatnya, semakin canggih jaman, bukannya hilang dari peredaran, email marketing justru semakin menggurita dengan tingkat konversi yang dikenal tinggi. Mengapa demikian ?

Semakin ke sini, semua platform online yang membutuhkan pendaftaran pasti pakai email. Hampir semuanya. Otomatis setiap orang pasti memiliki email pribadi yang terintegrasi di smartphone mereka, yang pasti selalu mereka buka.

Selain itu, email marketing terasa lebih personal bagi user, karena pesan yang masuk langsung ke email pribadi mereka, dan Anda bisa melakukan percakapan tanpa diihat orang lain. Itu sebabnya materi konten email marketing terbaik adalah story telling dan juga soft selling.

Hadirnya objective Lead Generation ini mampu mengoptimasi pelaku bisnis untuk memperkaya pundi-pundi database mereka, untuk kemudian di prospek secara berkala.

7. Post Engagement

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak pertunangan pos, Page likes, event responses atau offer claim kepada target iklan.

Dulu objective ini dikenal dengan nama PPE / Page Post Engagement, lalu pernah berubah menjadi Post Engagement, hingga akhirnya sekarang menjadi Engagement namanya.

Ini adalah objective campaign Facebook ads paling purba, yang sudah digunakan sejak jaman dahulu kala oleh para Advertiser kawakan. Karena pada dasarnya beriklan di Facebook adalah untuk mendapatkan engagement / interaksi dari user.

Pada objective Engagement, Facebook akan mengoptimasi iklan Anda untuk ditampilkan kepada orang-orang yang sering melakukan like, comment, atau share postingan yang lewat di timeline.

Tipe orang-orang seperti ini sangat komunikatif, sehingga kalau Anda beriklan menggunakan objective ini biasanya akan banjir komentar. Apalagi kalau konten Anda adalah informasi viral.

Jenis kampanye Engagement
Interaksi user dengan objective Engagement

Bagi Anda yang ingin berjualan di Facebook, menggunakan iklan jenis ini sebenarnya kurang tepat, karena seringkali karakter audience yang kita dapatkan kurang berdaya beli. Sampai sering ada celetukan “Nanya doang, beli kaga” hahaha.

Seperti yang saya katakan, bahwa tipikal audience Engagement adalah orang-orang yang suka berinteraksi, namun belum tentu suka berbelanja. Memang tidak semuanya begitu. Ada beberapa kasus penjualan produk yang ternyata laris manis hanya dengan iklan Engagement.

Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak sekali faktor.

Objective campaign Engagement menurut saya lebih cocok digunakan untuk memviralkan sebuah informasi, atau untuk survey sesuatu. Contoh, Anda mempunyai 2 varian produk dengan warna berbeda, Anda bisa beriklan menggunakan Engagement, dengan konten berisi “Kamu lebih suka yang mana, warna merah atau biru ?” misalnya.

Jawaban terbanyak dari audience biasanya cukup valid mewakili kesukaan pasar.

8. Page Likes

Sesuai namanya, Anda bisa mempromosikan Fanpage Anda agar mendapatkan like lebih banyak dengan menggunakan campaign jenis ini. Facebook akan membantu Anda mencari jenis orang-orang yang gemar like sebuah Fanpage yang sejenis dengan Fanpage Anda.

9. Event Responses

Di dalam Facebook Anda bisa membuat sebuah event, dan bisa melakukan invitation kepada orang-orang untuk mengikuti event tersebut. Nah dengan objective Event Responses Anda bisa menyebarkan event yang sudah dibuat lebih luas lagi agar bisa diikuti oleh banyak orang.

10. Messages

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak orang untuk mengirim pesan ke bisnis Anda di Messenger.

Semenjak munculnya Messenger App yang memisahkan fasilitas pesan Facebook dalam aplikasi mobile tersendiri, keberadaan objective campaign tipe ini kian powerful.

Iklan Anda akan di optimasi oleh Facebook agar diarahkan ke aplikasi messenger ketika di klik, sehingga Anda bisa melakukan proses follow up via private chat messenger di Fanpage Anda secara personal dengan target audience.

Karena sifatnya yang personal layaknya email marketing, layanan messenger juga memiliki tingkat respon dan open rate yang cukup tinggi untuk ukuran sebuah fitur yang baru di rilis.

11. Conversions

Penjelasan Facebook : Mengarahkan kepada tindakan berharga target iklan di situs web atau aplikasi Anda.

Masuk di tahap Conversion, dengan kelompok objective Facebook ads dengan biaya iklan paling mahal, sekaligus juga paling powerful untuk menghasilkan konversi penjualan.

Ini adalah objective favorit saya, dan saya yakin juga Anda, dan Advertiser lainnya. Bagaimana tidak, dengan objective ini Anda bisa mengoptimasi iklan untuk konversi tertentu.

Misalnya pixel event View Content, maka Facebook akan mencari orang – orang yang berpotensi untuk viewing content web Anda. Begitu juga ketika Anda setting optimasi Add To Cart dan Initiate Checkout, maka Facebook akan membantu mencari audience paling potensial.

Bayangkan oleh Anda jika iklan Conversion di optimasi ke pixel event Purchase ? Tentunya peluang terjadinya penjualan di web Anda kian besar ! Itulah sebabnya objective Conversion ini sangat sering sekali dipakai oleh para Advertiser.

Optimasi Event Pixel CompleteReg
Optimasi pixel event di objective Conversion

Pada cara beriklan tingkat lanjut, bahkan para Advertiser seringkali melakukan teknik funneling hanya dengan menggunakan objective Conversion saja, yakni dengan cara membuat beberapa layer Adset dengan optimasi event yang berbeda-beda.

Oiya, objective tipe Conversion ini bisa bekerja maksimal dengan syarat di dalam website Anda sudah tertanam kode pixel Facebook dan sudah cukup matang pixelnya ( sudah ter – trigger ratusan atau ribuan kali lebih baik ).

12. Catalog Sales

Penjelasan Facebook : Buat iklan yang secara otomatis menampilkan produk dari katalog produk Anda berdasarkan target pemirsa Anda.

Saya belum pernah mencoba objective campaign Facebook ads ini, meski sudah memiliki catalognya yang diintegrasikan dari toko online yang menggunakan Woocommerce.

Intinya, Facebook akan mengoptimasi iklan dengan cara menampilkan deretan product catalog secara random menyesuaikan dengan target audience yang sudah Anda atur sebelumnya.

Anda pernah lihat iklan sepatu Brodo dengan berbagai produk dalam satu konten iklan ? Nah kurang lebih seperti itulah bentuk iklan product catalog.

13. Store Visits

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak orang di sekitar untuk mengunjungi lokasi Anda.

Sesuai dengan namanya, objective campaign Facebook ads jenis ini akan megoptimasi target audience di sekitar toko offline Anda untuk datang berkunjung.

Iklan jenis ini cocok digunakan untuk bisnis offline seperti Distro pakaian, rumah makan, dan usaha-usaha sejenis yang memiliki toko fisik yang bisa dikunjungi.

Facebook akan mengarahkan iklan ini kepada orang-orang yang berada di sekitar toko Anda, berdasarkan alamat yang Anda masukkan pada data Business Manager Anda.

Penutup

Kurang lebih itulah penjelasan sederhana saya tentang berbagai tipe objective Facebook ads yang ada saat ini. Pada dasarnya Facebook menyarankan Anda untuk menjalankan iklan dari tahap paling awal ( awareness ) hingga ke tahap akhir ( conversion ).

Tapi dalam beberapa kasus, Anda juga bisa kok langsung melakukan optimasi menggunakan objective Conversion, tentunya dengan beberapa strategi dan memanfaatkan jenis audience Facebook tertentu agar hasilnya bisa lebih maksimal.

Dengan memahami berbagai fungsi objective campaign Facebook ads, Anda bisa memaksimalkan kinerja iklan agar mencapai tujuan yang sesuai, dan tentunya agar Anda bisa lebih mudah memahami masalah iklan yang terjadi saat iklan sedang berjalan.

Kalau ada yang kurang jelas, tanyakan di kolom komentar ya.

 

Diskusi Pembaca . . .

  1. Assalamualaikum mas.
    Mas rizki, Pernah gak beriklan jualan buah(kurma) ? Atau ada case seseorang/kawan mas pernah iklan buah dan laku keras? Caranya gimana mas, objectivenya bagaimana? Tanpa web apakah bisa? Cuma pengandalkan landing page fb

    Balas
    • Wa’alaikumsalam mas, mohon maaf blm pernah jualan kurma.

      Gimana caranya biar laku keras ? Memaksimalkan semua elemen yg termasuk di dalam customer journey : setup iklan, strategi beriklan, konten iklan, image pendukung, kualitas landing page, pricing strategy nya, skill closing CS nya. Itu semua berpengaruh supaya laris. Ga cuma ngurusin iklan.

      Tanpa web apakah bisa laku ? Bisa.
      Tanpa web apakah bisa banjir order ? Kemungkinan besar tidak bisa. Mungkin bisa, tapi saya blm pernah tau case nya.

      Karena kurang profesional, tdk bisa optimal ubah2 LP nya, dan beberapa hal kekurangan lainnya.

      Balas
  2. Mau tanya mas kasih saya gambaran misal saya jual kaos wanita yg gambar LV.gucci.mickey mouse .masukin target seperti apa aja yg pasti wanita kan kl jk.terus apa lagii

    Balas
    • Sebelum masuk ke targetting, coba berpikir lebih sederhana dulu. Kira-kira yg cocok / butuh beli gamis ukuran jumbo tuh siapa sih ? Silahkan di breakdown datanya. Jenis kelamin, usia, hobi, acara tv favorit, artis favorit, dll. Dari data2 itu baru dimasukkan ke targetting iklan.

      Balas
  3. Saya suka bingung klo iklan sama interes. kira2 kalo misal jual leging.gamis.kaos ukuran jumbo seperti apa target yang pas mas..kasih gambaran dunk

    Balas
    • Sebelum masuk ke targetting, coba berpikir lebih sederhana dulu. Kira-kira yg cocok / butuh beli gamis ukuran jumbo tuh siapa sih ? Silahkan di breakdown datanya. Jenis kelamin, usia, hobi, acara tv favorit, artis favorit, dll. Dari data2 itu baru dimasukkan ke targetting iklan.

      Balas
  4. Mas untuk pixel saya setting “view conten” di bagian ads set soalnya pixel “add to cart” berwarna kuning, apakah tidak apa apa?

    Balas
    • Tidak masalah mas. ATC masih kuning berarti blm ready, masih sedikit datanya.

      Balas
  5. hallo mas, mas kalau boleh tau urutan tahapan artikel pertama sampai akhir yang mana dulu ya yang harus di baca, biar mudah memahami tentang fb ads kalau artiketlnya urut hehe.

    – 13+ Tipe Objective Campaign Facebook Ads
    – Memahami 3+ Struktur di Dalam Iklan Facebook
    – Kenapa Sih Anda Harus Belajar Facebook Ads ?
    – 4+ Teknik Funneling Versi Saya Saat Beriklan
    – Apa Itu Campaign Budget Optimization ?
    – Tips Mudah Menganalisa Masalah Dalam Iklan
    – Cara Membaca Data Iklan Anda di Dashboard
    – Cara Beriklan di Facebook Untuk Pertama Kali
    – Lakukan 5+ Hal Penting Ini Sebelum Beriklan
    – Cara Terbaru Memasang Kode Pixel Facebook
    – Langkah Membuat Business Manager Account
    – Mengenal 3+ Jenis Audience di Facebook Ads

    Balas
    • – 4+ Teknik Funneling Versi Saya Saat Beriklan
      – Apa Itu Campaign Budget Optimization ?
      – Tips Mudah Menganalisa Masalah Dalam Iklan
      – Cara Membaca Data Iklan Anda di Dashboard
      – Cara Beriklan di Facebook Untuk Pertama Kali
      – Lakukan 5+ Hal Penting Ini Sebelum Beriklan
      – Cara Terbaru Memasang Kode Pixel Facebook
      – Langkah Membuat Business Manager Account
      – Mengenal 3+ Jenis Audience di Facebook Ads
      – 13+ Tipe Objective Campaign Facebook Ads
      – Memahami 3+ Struktur di Dalam Iklan Facebook
      – Kenapa Sih Anda Harus Belajar Facebook Ads ?

      Dari bawah ke atas.

      Balas
  6. Untuk tahap awal beriklan, objektif apa yang paling recomended sih om? Apa kita harus mulai dari trafic / engagement atau langsung ke convertion? Sedangkan awal saya beriklan display iklan saya benar-benar kosong, like 0, comment 0, share 0. Jadi yg ada dibenak saya, kalau saya langsung ke convertion apa ada user yang percaya kedisplay iklan saya?
    Atau apa bisa awal kita menggunkan engagement sampai dirasa cukup jumlah like & comment lalu saya rubah objektif keconvertion? Kalau seperti itu apa tidak mereset hasil interaksi display om?
    Waaah saya bingung banget hahaha

    Jadi saya pernah iklan tapi sama sekali ga ada closingan, bahkan chat juga ga ada om wkwk

    Balas
    • Tergantung kebutuhannya apa ? Baru tentukan objective nya. Bukan mikir pakai objective apa, baru menentukan tujuan beriklan. Terbalik.

      Contoh case :

      Saya punya video edukasi tentang manfaat madu, yang ngomong adalah dokter terkenal.
      Saya punya video pengakuan konsumen saya yang sembuh penyakitnya setelah konsumsi madu herbal yg saya jual.

      1. Di awal, saya ingin mengedukasi cold market. Jadi saya pakai VideoViews utk mengiklankan video edukasi manfaat madu.
      2. Orang yang nonton video saya tangkan sebagai Custom Audience, saya retarget pakai Reach / Traffic dan diarahkan ke web.
      3. Orang-orang yang sudah masuk web tapi belum beli, saya retarget pakai VideoViews kontennya video pengakuan konsumen / testimoni, agar mereka semakin yakin.

      Nah, kalau sudah menentukan tujuan dan strateginya, baru ketauan kan pakainya objective apa.

      Jumlah like, comment dan share itu ngga penting-penting amat. Ngga usah fokus kesana. Jumlah comment like share yg banyak ngga berbanding lurus dengan duit yg masuk. Mas tampaknya masih belum tau tujuan ngiklannya kemana. Umumnya tujuan ngiklan ya menggiring orang masuk web, utk baca sales letter, chat wa, closing.

      Yaudah, tinggal dibuat alurnya, ditentukan strateginya, baru tau objective2 yg dibutuhkan apa saja.

      Mas langsung masuk ke tahap teknis ngurusin objective. Tahap terpenting dan mendasar yakni membuat strategi beriklan tidak dilakukan.

      Terkait ga ada chat dan ga ada closing, ini jg perlu dibaca datanya, salahnya dimana ? Coba baca artikel saya tentang “cara membaca data iklan”

      Balas
  7. Assalamualaikum, artikelnya sangat bermanfaat sekali. Tapi saya masih punya pertanyaan :
    1. saya ingin menjual produk saya manakah objektif yang tepat? Alur penjualnnya
    Iklan Fb > diarahkan ke web > cabuy bisa liat detail produk di web > pemesanan diarahkan ke WA.

    Balas
    • Wa’alaikumsalam,

      Objective mana yg tepat ? Yang fungsinya sesuai dengan kebutuhan Anda. Pertanyaannya, kebutuhannya apa ?

      Mengarahkan user ke web ? Bisa pakai Traffic.

      Balas
  8. Mohon sarannya kak rizki.
    saya lagi belajar fb ads untuk mengarahkan pembaca ke website, jadi saya pake tipe yang consideration-traffic, apa ada cara lain yang lebih optimal untuk mengarahkan pembaca ke website ? tujuannya murni traffic, banyak visitor dan berlama” di website saya. punya saya website berita dan hiburan, bukan jualan.

    Balas
    • Objective nya sudah benar, tinggal tes targetting audience dan konten2 iklannya saja, mana yang paling efektif mendatangkan traffic tinggi. Plus lakukan retargetting ( bisa pakai Traffic lagi ) dengan konten iklan berbeda, dengan tujuan mengajak mereka yg blm masuk web utk masuk.

      Balas
  9. Gimana cara download Data Email dan Nomor HP mereka yang sudah Engaged atau Like dengan iklan kita?

    Balas
    • Ya tidak bisa kalau tdk ada aktivitas pengambilan data mereka. Tapi orang yg sdh berinteraksi dengan iklan kita jg bisa dijadikan custom audience.

      Balas
      • Maksudnya, masuk ke CA itu yaa? Bukannya otomatis masuk ketika kita pasang Pixel, Mas? Untuk bisa dapat nmr hp dan email mrk, mungkin ada info caranya gmn? Tkasih

        Balas
        • Utk dpt nomor hp dan email mereka, ya harus diminta ke mereka. Bisa beriklan download eBook gratis contohnya, kan dpt email dan nomor hp bagi mereka yang isi form download.

          Kalau cuma datengin visitor ke web tanpa minta email mereka, ya gimana bisa dapet email. Jadi caranya ya diminta ke mereka.

          Balas
  10. Halo Mas salam kenal..

    Saya baru nemu blognya dan bermanfaat sekali. Saya mau tanya saya lg coba pasang 2 ads dalam bersamaan, yg 1 video, dan 1 gmbar. Untuk target dan umur sama, yg membedakan budget video (80K 4 hari) dan yg gambar (100K 5hari). Pertanyaan saya, kenapa video bisa dpt impresi 20rban lbh dlm 2 hari. Sedangkan yg gambar hanya seribuan dlm 2 hari.

    Apakah pengaruh dr orang2 lbh suka liat video drpd gambar? Atau ada faktor2 lainnya yg bisa jd pertimbangan. Btw objectivitasnya awarenes. Mohon bantuannya Pak. Terima kasih

    Balas
    • Dimanapun kasusnya, apapun kasusnya, apapun kondisinya, bukankah memang wajar sejak dahulu, bahwa orang lebih suka lihat video daripada gambar ? Jd saya rasa tdk ada yg aneh dengan data iklannya.Ya memang seharusnya begitu. Orang lebih suka lihat video daripada gambar.

      Balas
  11. tujuannya direct orang ke WA link atau ke DM instagram mas..

    Balas
    • Bukan, maksudnya tujuan otak-atik campaign utk apa ? Otak-atik audience utk apa ? Makanya saya blg bisa jadi benar bisa jd salah keduanya, karena saya ngga tau tujuan otak-atiknya utk apa.

      Bagian iklan yg di otak-atik pasti karena ada sebabnya, ada tujuannya kan. Iya tau, di otak atik utk hasil maksimal. Tapi ini terlalu umum. Harus lebih spesifik. Harus tau cara baca data iklan. Jadi ga asal otak-atik bagian iklan.

      Misalnya, otak-atik ad copy karena ingin meningkatkan CTR Link yg masih rendah. Kalau CTR Link rendah yg di otak-atik budgetnya ( misalnya ) jelas slh sasaran.

      Jadi, kalau sdh tau masalahnya, atau tujuannya, jd tau apa yg sebaiknya di otak-atik.

      Balas
  12. asalammualaikum
    mohon saran..
    otak atik audience atau mending otak atik tipe campaign?
    cara saya 1 minggu sekali ganti audience dan campaign, tapi belum ketemu hasil yang diinginkan

    Balas
    • Wa’alaikumsalam. Keduanya bisa jadi salah, bisa jadi benar. Saya ngga paham apa tujuannya, jd saya ngga tau apa saran yg tepat.

      Balas
  13. Artikelnya sangat bemanfaat.
    Mau nanya, biasanya untuk iklan , text dibatasi max 20%.
    Apakah ketentuan ini berlaku untuk semua goal/objective atau hanya beberapa saja?
    Terima kasih.

    Balas
  14. Halo Mas, Kalau ads menggunakan existing post yang ada di Instagram langsung itu bagus gak ya Mas? soalnya coba beberapa kali boost ads pakai postingan yang sudah ada di instagram clik post nya sangat dikit tapi likes meningkat dan closing tidak ada 😀

    Terima kasih yaa Mas,
    Sukses Selalu !

    Balas
    • Kebetulan saya blm pernah coba mas. Dan saya sarankan beriklan lewat Ads Manager saja lebih lengkap fiturnya. Jadi tdk ada closing faktornya banyak, bukan hanya karena faktor existing post, bisa karena objective yg digunakan, gambar postingannya, targetting, dll

      Balas
      • Untuk setting target yang tepat itu seperti apa yaa Mas? kebetulan saya menjual pakaian pria, untuk segmen kadang saya suka spesifik langsung yang berhubungan dengan pakaian

        Balas
        • Setting target yg tepat adalah hasil split test mas, hasil mencoba beberapa kombinasi targetting. Jadi tidak ada standard bakunya. Jadi tdk bisa ditanyakan dengan pertanyaan simple “setting target yg tepat yg seperti apa”, karena harus melalui proses riset, split testing, dan pemahaman terhadap target audience ( hobinya apa, usianya berapa, tinggal dimana, dan hal detail lainnya ). Ini namanya buyer persona.

          Dan kebetulan saya jg blm pernah jualan pakaian pria jd blm punya bayangan.

          Balas
        • Makasih, Mas Alief. Infonya lengkap sekali.

          Ada tips untuk bikin copywriting yg efektif?

          Balas
          • Alhamdulillah, terima kasih. Tips yg paling pertama adalah sering berlatih, sering menulis, sering membuat caption, sering ngintip adcopy kompetitor, nanti akan luwes dengan sendirinya. Diimbangi jg dengan baca2 referensi dari pakarnya, misalnya ikut course Copywritingnya kang Dewa Eka Prayoga.

    • Search artikel “cara memasang pixel” di blog ini, saya sudah menulisnya.

      Balas
  15. Kalau untuk pemula blm pernah iklan fb ads sama sekali baiknya brand awarness dulu atau traffic? (Posisinya sudah ada web, langsung diarahkan wa untuk order). Sebetulnya ingin langsung ke arah pembelian. Apakah brand awarmess bisa juga closing seperti halnya trafic?

    Balas
    • Hai Listi,

      Pilih brand awareness atau traffic ? Tdk ada pengaruhnya dengan pemula / bukan.

      Pilih berdasarkan kebutuhan. Sedang ingin beriklan di tahap mana ? Misal, lagi di tahap edukasi pasar. Ya pakai Brand Awareness = Kesadaran merk. Misal, pasar sudah teredukasi, saatnya bikin tertarik agar mereka mempertimbangkan beli ( consideration ), bisa pakai Traffic.

      Goal Brand Awareness = Kesadaran merk. Untuk edukasi.
      Goal Traffic = Klik iklan & masuk website. Untuk menyuruh orang masuk web.

      Jadi perlu dipahami ulang, apa sih fungsi paling-paling dasar banget dari masing-masing campaign tersebut ?

      Untuk mencari sales, bisa gunakan Traffic. Bisa juga gunakan Conversion kalau memang sudah bermain pixel dan sudah terpasang kode pixel dengan benar di website nya.

      Balas
  16. assalamualaikum mas arief.. terimakasih atas artikel nya yg bermanfaat.. saya mau tanya, saya jual pakaian muslim dan ingin follower instagram saya bertambah, alur iklan apa yg hrs saya gunakan?

    Balas
    • Wa’alaikumsalam. Semua alur bisa dipakai kok. Tinggal di praktekan, lalu di baca datanya, iklan yg paling bagus performanya

      Balas
  17. Assalamu’alaikum mas, artikel-artikelnya sangat bermanfaat sekali dan mudah dipahami.. Terimakasih banyak.

    Balas
    • Wa’alaikumsalam, Alhamdulillah. Terima kasih sudah berkenan untuk mampir ya. Sukses utk Anda.

      Balas
  18. Assalaamu’alaikum.
    Bagus sekali artikelnya…
    Pertanyaan:
    1. Jika saya ingin mendapatkan penjualan dari iklan yang saya jalankan, manakah objektif yang tepat:,
    Traffic atau coversion?
    2. Jika saya ingin mengumpulkan reseller, pake objektif yang mana?
    Lead generation atau traffic?

    Balas
    • Wa’alaikumsalam mas Faris, salam kenal ya.

      1. Penjualan diarahkan ke web ? Dari web user isi form order / chat wa ? Saya anggap begitu alurnya ya, karna mas tidak memberitahukan infonya. Di awal gunakan Traffic mas, dengan kondisi web sudah terpasang pixelnya. Kalau pixel sudah matang baru hajar pakai Conversion.

      2. Sama dengan nomor pertama, apakah diarahkan ke web utk baca penjelasan dulu ? Atau mau langsung kumpulkan emailnya ? Kalau ke web pakai Traffic, kalau mau langsung grab data email pakai Lead Generation.

      Semoga bisa dipahami.

      Balas

Mau Diskusikan Sesuatu ?

Jelaskan secara detail pertanyaan Anda agar saya bisa paham. JANGAN pakai emoticon, nanti masuk spam.