Mengenal Objective Campaign Facebook Ads

Sebelum memulai teknis beriklan, ada baiknya Anda sudah mengenal dan paham fungsi dari 13 objective campaign Facebook Ads dengan tugasnya masing-masing.

Peranan campaign dalam struktur iklan sudah saya singgung sebelumnya, yakni sebagai otak iklan Anda. Campaign bertugas mengoptimasi iklan kepada sekelompok audience tertentu yang memiliki kebiasaan tertentu, seperti suka menonton video, suka melakukan klik terhadap sebuah link, dan banyak lagi.

Dengan menggunakan campaign yang tepat, komposisi Adset yang tertarget, dan variasi konten iklan yang menarik, akan mampu mencapai GOAL iklan Anda dengan cepat dan terukur datanya.

Beragam nama & fungsi objective campaign yang terus berubah dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan Facebook. Data yang saya pakai adalah sesuai dengan saat saya memperbaharui artikel ini.

Objective Campaign Facebook Ads

P.S : Ini adalah artikel lama yang diperbaharui tanggal 26 November 2018

Sebelum masuk ke dalam 13 objective campaign Facebook Ads, jika di lihat secara global penggunaannya maka Facebook membaginya ke dalam 3 tahapan beriklan, yaitu Awareness, Consideration, dan Conversion.

  • Awareness

Facebook menyarankan Anda memulai beriklan di tahap ini, dengan asumsi bahwa para pengguna Facebook sama sekali belum tau siapa Anda, sehingga perlu woro – woro agar mereka familiar dengan brand / produk Anda.

Jika mereka sudah sering mendengar / aware tentang keberadaan brand Anda, di tahap berikutnya akan lebih mudah untuk membuat mereka tertarik dan mengajak mereka melakukan sebuah aksi ( like, comment, share, dan klik link menuju ke web ).

  • Consideration

Jika Anda merasa target audience sudah cukup familiar dengan Anda, maka Anda bisa melanjutkan beriklan menggunakan campaign-campaign yang ada di tahap Consideration.

Di tahap ini iklan akan di optimasi kepada orang-orang yang mulai tertarik kepada penawaran Anda, dan melakukan sebuah aksi, yakni like, comment, share, dan klik link iklan yang menuju ke web.

  • Conversion

Ini tahap akhir dari proses beriklan, dengan cara mengoptimasi iklan Anda kepada orang-orang yang sudah tertarik untuk melakukan sebuah konversi ( download, pembelian, pendaftaran ) menggunakan optimasi kode pixel yang ditanam di dalam web.

Pembahasan pixel saya tulis di artikel terpisah ya.

Jenis campaign dalam Facebook Ads
Objective Campaign

Saya akan bahas satu per satu fungsi objective campaign pada dashboard Facebook Ads.

1. Brand Awareness

Penjelasan Facebook : Tingkatkan kesadaran akan merek Anda dengan menjangkau orang-orang yang cenderung tertarik dengannya.

Objective campaign jenis ini akan mengoptimasi iklan Anda kepada orang – orang yang suka menyimak.

Saat scrolling timeline, biasanya orang-orang tipe ini suka berhenti sejenak saat melihat iklan yang menurut mereka menarik, dan cenderung membacanya, namun belum tentu melakukan aksi ( like, comment, share atau klik ).

Objective campaign Facebook Ads tipe ini sangat cocok bagi Anda yang ingin memperkenalkan produk / brand baru, sebelum melakukan hard selling kepada customer.

Misalnya, saya baru saja launching toko online.

Maka sebelum saya mulai untuk berjualan melalui iklan Facebook, ada baiknya saya menjalankan iklan Brand Awareness dengan tujuan memanaskan target audience, agar mereka tau brand saya, dan jenis produk apa yang saya jual.

Ketika mereka sudah familiar dan akrab dengan brand dan produk saya, tentunya akan lebih mudah saat saya menawarkan produk untuk mereka beli, karena ( minimal ) mereka sudah mengenalnya. Hanya perlu membangun trust.

2. Reach

Penjelasan Facebook : Tampilkan iklan Anda ke jumlah maksimum orang.

Sesuai penjelasan di atas, objective campaign jenis ini akan memaksimalkan iklan Anda untuk ditayangkan ke sebanyak mungkin pengguna Facebook yang aktif, tanpa mempedulikan apakah mereka orang yang suka menyimak, atau hanya hobi scrolling saja tanpa membaca iklan Anda.

Betul, Facebook tidak akan mengoptimasi apapun di sini, hanya menyebarkan iklan Anda ke sebanyak mungkin orang. Oleh karenanya jika Anda menggunakan objective Reach, Anda bisa menjangkau banyak sekali orang dengan biaya yang sangat murah.

Objective Reach biasanya cocok untuk mempromosikan bisnis lokal kepada orang – orang di sekitar Anda.

Misalkan, Anda baru saja membuka warung ayam bakar di sebuah lokasi. Anda bisa menggunakan objective Reach saat beriklan, dengan menargetkan orang – orang di sekitar Anda dengan radius 3 Mil ( jarak radius bisa diatur pada saat setup Adset ).

Anda bisa mengisi konten iklan Anda dengan “Promo soft launching ayam bakar diskon 25% untuk 100 pembeli pertama” misalnya. Sehingga orang – orang di sekitar Anda akan tertarik, selain karena diskon, juga karena lokasinya yang dekat dengan mereka.

Tipikal orang Indonesia adalah konsumtif, maka jika ada sesuatu yang menarik perhatian mereka, ditambah lagi lokasinya yang dekat dan bisa didatangi ( belum tentu jadi beli ) maka biasanya mereka cenderung akan mencobanya, setidaknya satu kali.

3. Traffic

Penjelasan Facebook : Kirim lebih banyak orang ke tujuan atau menonaktifkan Facebook seperti percakapan di situs web, aplikasi, atau Messenger.

Bergeser ke tahap kedua, Consideration. Pada objective campaign Facebook ads berjenis Traffic, Facebook akan mengoptimasi iklan Anda kepada orang – orang yang suka klik link iklan di timeline mereka. Umumnya link yang ditanam di dalam iklan menuju ke web.

Objective Campaign Traffic
Objective Traffic

Ini adalah salah satu objective campaign favorit para Advertiser, termasuk saya, karena banyak data yang bisa diambil ketika menjalankan iklan menggunakan objective Traffic.

Anda bisa mendapatkan pixel pengunjung yang sangat berguna untuk di re-target atau di follow up. Seperti kita tau, bahwa hampir semua orang yang masuk ke web pertama kali biasanya tidak langsung melakukan pembelian.

Oleh karena itulah pentingnya Anda melakukan proses retargetting untuk mengingatkan kembali mereka.

Selain itu, banyak juga pemain Adsense yang menggunakan objective campaign Facebook ads ( salah satunya Traffic ) untuk mendatangkan pengunjung ke web mereka agar potensi penghasilan mereka bertambah.

4. App Installs

Penjelasan Facebook : Minta lebih banyak orang untuk memasang aplikasi Anda.

Saya pribadi belum pernah menggunakan objective tipe ini.

Namun dari namanya dan penjelasan Facebook sudah sangat jelas, bahwa iklan Anda akan di optimasi kepada orang-orang agar klik iklan yang menuju link tempat App Anda berada, dan melakukan instalasi.

Biasanya jenis objective ini dipakai oleh para developer mobile apps yang memiliki App di Playstore / Apple store.

5. Video Views

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak orang untuk melihat konten video Anda.

Objective Video Views tergolong baru usianya. Tampaknya Facebook coba mengakomodir kebutuhan para video maker untuk memaksimalkan iklan mereka. Terlebih, semakin ke sini semakin terlihat polanya bahwa visualisasi video lebih banyak menyita perhatian user dibanding gambar biasa.

Dengan video Anda bisa bebas berekspresi, dan pesan yang ingin diutarakan akan lebih mudah sampai kepada user. Tak heran perusahaan besar rela menggelontorkan dana hingga puluhan juta rupiah, hanya untuk membuat video berdurasi kurang dari semenit.

Dengan menggunakan objective Video Views maka Facebook akan membawa iklan Anda kepada orang-orang yang suka menonton video. Tingkat engagement / interaksinya pun terbukti cukup tinggi, bahkan sering kali lebih tinggi dibanding objective Engagement.

Hebatnya lagi, Anda bisa menangkap kelompok audience yang sudah menonton video Anda untuk dijadikan custom audience yang bisa di retargetting kapanpun Anda mau.

Anda bisa memilahnya berdasarkan orang-orang yang sudah menonton video Anda selama 3 detik, 7 detik, 50%, hingga 95%. Sangat powerfull dan istimewa bukan ?

Objective campaign Video Views
Iklan Video Views

Memang untuk pembuatan konten video berkualitas tentunya jauh lebih sulit dibanding gambar biasa. Video Anda harus komunikatif agar audience bisa menangkap pesan yang tersimpan di dalamnya.

Tapi tak ada salahnya mulai mencoba dan menekuni untuk memproduksi video terbaik bisnis Anda, karena peta persaingan juga belum terlalu tinggi ( karena proses pembuatannya yang tidak mudah ).

6. Lead Generation

Penjelasan Facebook : Mengarahkan lebih banyak prospek penjualan, seperti alamat email, dari orang – orang yang tertarik dengan merek atau bisnis Anda.

Objective campaign Facebook ads tipe ini bertujuan untuk mengumpulkan database audience, salah satunya email. Email siapa yang akan dikumpulkan ? Email orang – orang tertarget yang tertarik terkait produk yang Anda tawarkan.

Saya yakin Anda sudah tau, bahwa email adalah salah satu database digital marketing tertua, yang sudah ada sejak dulu.

Namun hebatnya, semakin canggih jaman, bukannya hilang dari peredaran, email marketing justru semakin menggurita dengan tingkat konversi tertinggi. Bahkan lebih tinggi dari media sosial. Mengapa demikian ?

Semakin kesini, hampir semua platform online yang membutuhkan pendaftaran pasti menggunakan email. Hampir semuanya. Otomatis setiap orang pasti memiliki email pribadi yang terintegrasi di smartphone mereka, yang pasti selalu mereka buka.

Selain itu, proses email marketing terasa lebih personal bagi user, karena pesan yang masuk langsung ke email pribadi mereka, dan Anda bisa melakukan percakapan tanpa harus diihat orang lain. Itu sebabnya materi konten email marketing terbaik adalah story telling, dan juga soft selling.

Hadirnya objective Lead Generation ini mampu mengoptimasi pelaku bisnis untuk memperkaya pundi-pundi database mereka, untuk kemudian di prospek secara berkala.

7. Post Engagement

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak pertunangan pos, Page likes, event responses atau offer claim.

Dulu objective ini dikenal dengan nama PPE / Page Post Engagement, lalu pernah berubah menjadi Engagement, hingga akhirnya sekarang menjadi Post Engagement namanya.

Ini adalah objective campaign Facebook ads paling purba, yang sudah digunakan sejak jaman dahulu kala oleh para Advertiser kawakan. Karena pada dasarnya beriklan di Facebook adalah untuk mendapatkan engagement / interaksi dari user.

Pada objective Engagement, Facebook akan mengoptimasi iklan Anda untuk ditampilkan kepada orang-orang yang sering melakukan like, comment, atau share postingan yang lewat di timeline mereka.

Tipe orang-orang seperti ini sangat komunikatif, sehingga kalau Anda beriklan menggunakan objective Engagement biasanya akan banjir komentar. Apalagi kalau konten iklan Anda adalah informasi viral.

Objective Campaign Engagement
Interaksi user dengan objective Engagement

Bagi Anda yang ingin berjualan di Facebook, menggunakan iklan jenis ini sebenarnya kurang tepat, karena seringkali karakter audience yang kita dapatkan kurang berdaya beli. Sampai sering ada celetukan “Nanya doang, beli kaga” hahaha.

Seperti yang saya katakan, bahwa tipikal audience Engagement adalah orang-orang yang suka berinteraksi, namun belum tentu suka berbelanja Online. Memang, tidak semuanya begitu, ada beberapa kasus penjualan produk yang ternyata laris manis hanya dengan iklan Engagement ( apalagi dulu ).

Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak sekali faktor.

Objective campaign Post Engagement menurut saya lebih cocok digunakan untuk memviralkan sebuah informasi, atau untuk survey sesuatu. Contoh, Anda mempunyai 2 varian produk dengan warna berbeda, Anda bisa beriklan menggunakan Engagement, dengan konten berisi “Kamu lebih suka yang mana, warna merah atau biru ?” misalnya.

Jawaban terbanyak dari audience biasanya cukup valid mewakili keinginan pasar.

8. Page Likes

Sesuai namanya, Anda bisa mempromosikan Fanpage Anda agar mendapatkan like lebih banyak dengan menggunakan campaign jenis ini. Facebook akan membantu Anda mencari jenis orang-orang yang gemar like sebuah Fanpage yang sejenis dengan Fanpage Anda.

9. Event Responses

Di dalam Facebook Anda bisa membuat sebuah event, dan bisa melakukan invitation kepada orang-orang untuk mengikuti event tersebut. Nah dengan objective Event Responses Anda bisa menyebarkan event yang sudah dibuat lebih luas lagi agar bisa diikuti oleh banyak orang.

10. Messages

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak orang untuk mengirim pesan ke bisnis Anda di Messenger.

Semenjak munculnya Messenger App yang memisahkan fasilitas pesan Facebook dalam aplikasi mobile tersendiri, keberadaan objective campaign tipe ini kian powerful.

Iklan Anda akan di optimasi oleh Facebook agar diarahkan ke messenger ketika di klik, sehingga Anda bisa melakukan proses follow up via chat messenger di Fanpage Anda secara personal dengan target audience.

Karena sifatnya yang personal layaknya email marketing, maka layanan messenger ini juga memiliki tingkat respon dan open rate yang cukup tinggi untuk ukuran sebuah fitur yang baru di rilis.

11. Conversions

Penjelasan Facebook : Mengarahkan tindakan berharga di situs web atau aplikasi Anda.

Masuk di tahap Conversion, dengan kelompok objective Facebook ads dengan biaya iklan paling mahal, sekaligus juga paling powerful untuk menghasilkan konversi penjualan.

Ini adalah objective favorit saya, dan saya yakin juga Anda, dan juga para Advertiser lainnya. Bagaimana tidak, dengan objective ini Anda bisa mengoptimasi iklan untuk konversi tertentu.

Misalnya pixel event View Content, maka Facebook akan mencari orang – orang yang berpotensi untuk viewing content sales page Anda. Begitu juga ketika Anda setting optimasi Add To Cart dan Initiate Checkout, maka Facebook akan membantu mencari audience paling potensial untuk melakukannya.

Bayangkan oleh Anda jika iklan Conversion di optimasi ke pixel event Purchase ? Tentunya peluang terjadinya penjualan di web Anda kian besar ! Itulah sebabnya objective Conversion ini sangat sering sekali dipakai oleh para Advertiser.

Optimasi Event Pixel objective campaign conversion
Optimasi pixel event di objective Conversion

Pada tingkat lanjut bahkan para Advertiser seringkali melakukan funneling hanya dengan objective Conversion, dengan cara membuat beberapa Adset dengan optimasi event yang berbeda.

Oiya, objective Conversion ini bisa bekerja maksimal dengan syarat website Anda sudah tertanam pixel Facebook dan sudah cukup matang pixelnya ( sudah ter – trigger ratusan atau ribuan kali, lebih baik ).

12. Catalog Sales

Penjelasan Facebook : Buat iklan yang secara otomatis menampilkan produk dari katalog produk Anda berdasarkan target pemirsa Anda.

Saya juga belum pernah mencoba objective campaign Facebook ads jenis ini, meski sudah memiliki product catalognya, yang diintegrasikan dari toko online saya yang menggunakan Woocommerce.

Namun intinya, Facebook akan mengoptimasi iklan Anda dengan cara menampilkan deretan product catalog secara random menyesuaikan dengan target audience yang sudah Anda setting sebelumnya.

Anda pernah lihat iklan sepatu Brodo dengan berbagai produk dalam satu konten iklan ? Nah kurang lebih seperti itulah bentuk iklan product catalog.

13. Store Visits

Penjelasan Facebook : Dapatkan lebih banyak orang di sekitar untuk mengunjungi lokasi Anda.

Sesuai dengan namanya, objective campaign Facebook ads jenis ini akan megoptimasi target audience di sekitar toko offline Anda untuk datang berkunjung.

Iklan jenis ini cocok digunakan untuk bisnis offline seperti Distro pakaian, rumah makan, dan usaha-usaha sejenis yang memiliki toko fisik yang bisa dikunjungi.

Facebook akan mengarahkan iklan ini kepada orang-orang yang berada di sekitar toko Anda, berdasarkan alamat yang Anda masukkan pada data Business Manager Anda.

Penutup

Kurang lebih itulah penjelasan sederhana saya tentang berbagai tipe objective Facebook ads yang ada saat ini. Pada dasarnya Facebook menyarankan Anda untuk menjalankan iklan dari tahap paling awal ( awareness ) hingga ke tahap akhir ( conversion ).

Tapi dalam beberapa kasus, Anda bisa langsung melakukan optimasi menggunakan objective Conversion, tentunya dengan beberapa strategi dan memanfaatkan jenis audience Facebook tertentu agar hasilnya maksimal.

Dengan memahami berbagai fungsi objective campaign Facebook ads, Anda bisa memaksimalkan kinerja iklan agar mencapai tujuan yang sesuai, dan tentunya agar Anda bisa lebih mudah memahami masalah iklan yang terjadi saat iklan sedang berjalan.

Kalau ada yang kurang jelas, tanyakan di kolom komentar ya. Salam ngiklan dan profit !

Ini Kata Mereka . . .

  1. Assalaamu’alaikum.
    Bagus sekali artikelnya…
    Pertanyaan:
    1. Jika saya ingin mendapatkan penjualan dari iklan yang saya jalankan, manakah objektif yang tepat:,
    Traffic atau coversion?
    2. Jika saya ingin mengumpulkan reseller, pake objektif yang mana?
    Lead generation atau traffic?

    • Wa’alaikumsalam mas Faris, salam kenal ya.

      1. Penjualan diarahkan ke web ? Dari web user isi form order / chat wa ? Saya anggap begitu alurnya ya, karna mas tidak memberitahukan infonya. Di awal gunakan Traffic mas, dengan kondisi web sudah terpasang pixelnya. Kalau pixel sudah matang baru hajar pakai Conversion.

      2. Sama dengan nomor pertama, apakah diarahkan ke web utk baca penjelasan dulu ? Atau mau langsung kumpulkan emailnya ? Kalau ke web pakai Traffic, kalau mau langsung grab data email pakai Lead Generation.

      Semoga bisa dipahami.

Silahkan Berkomentar . . .