Memahami Hal Dasar : Struktur Iklan Facebook

Kali ini saya coba membahas tentang struktur iklan Facebook. Kenapa hal ini perlu dibahas ? Supaya Anda ( terutama yang baru memulai beriklan ) jadi tau bagaimana sebenarnya “wujud” Facebook Ads itu.

Pernah satu waktu saya ngobrol bareng seorang teman yang baru akan mulai beriklan di Facebook. Dia kekeuh minta saya mengajari cara beriklan sampai iklan tayang dan running.

Saya jawab aja, “Ngiklan sampai bisa running mah gampang. Saya ajarin paling 1 – 2 jam, dan dalam jangka seminggu juga udah jago. Karena step-step ngiklan di Facebook dari jaman dulu ya begitu-begitu aja, ngga banyak berubah.”

Trus beliau nanya balik, “Trus kalo gampang, kenapa banyak orang kesulitan beriklan di Facebook ? Kalaupun sudah bisa ngiklan, kenapa masih banyak yang rugi ? Kan katanya ngiklan di Facebook gampang mas.”

Yap, belajar beriklan di Facebook itu gampang.

Yang sulit adalah meluruskan cara kerja otak kita dalam memahami dan proses membuat sebuah konten iklan. Alias mindset beriklan. Dan salah satu yang perlu dibenahi tentang mindset beriklan, ya memahami struktur iklan, dan fungsi masing-masing fiturnya.

Contoh sederhana, saya sering ngobrol dengan rekan-rekan yang beriklan dengan tujuan untuk mendapatkan sales. Menurut saya kurang tepat. Ngiklan itu untuk mendatangkan Lead. Traffic. Visitor. Pengunjung. Calon pembeli. Di web atau di Whatsapp baru terjadi konversi penjualan.

Salah mindsetnya, jadi salah eksekusinya deh.

Mengenal Struktur Iklan Facebook

Saya coba sederhanakan bahasannya agar Anda bisa melihat secara garis besarnya. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah memahami fungsi dan peranan setiap elemen di dalam iklan Facebook. Mari kita mulai.

1. Campaign

Adalah bagian pertama dari iklan Facebook. Campaign bertugas mengoptimasi iklan Anda kepada sekelompok orang tertentu dengan kebiasaan tertentu. Apakah tujuan Anda beriklan mau mendatangkan kunjungan ke website ? Atau mau mencari orang-orang yang suka nonton video ? Semua ditentukan saat pemilihan campaign.

Jenis campaign dalam Facebook Ads
Objective Campaign

Jadi dengan memilih sebuah campaign, sama saja Anda memberitahu Facebook bahwa Anda ingin iklan yang sudah dibuat di optimasi sesuai dengan goal campaign tersebut. Saat artikel ini ditulis 25 November 2018, ada 13 campaign dalam Facebook Ads :

  • Reach
  • Brand Awareness
  • Traffic
  • App Install
  • Video Views
  • Lead Generation
  • Post Engagement
  • Page Likes
  • Event Responses
  • Messages
  • Conversion
  • Catalog Sales
  • Store Visits

Sekilas melihat namanya, Anda pasti sudah tau kan apa tugas tiap-tiap campaign tersebut. Misalkan Post Engagement, artinya Facebook akan mengoptimasi iklan Anda ke orang-orang yang suka berinteraksi dengan sebuah postingan ( like, comment & share ).

Ibaratnya campaign adalah otak dari struktur iklan Anda, karena campaign menentukan goal / tujuan akhir ketika sebuah iklan dijalankan. Kebayang fungsinya campaign ? Tanya di kolom komentar kalo ngga paham ya, hehe.

2. Ad Set

Contoh adset Facebook Ads
Fitur di Dalam Adset

Kalau campaign adalah otaknya iklan yang memutuskan ke arah mana iklan akan di optimasi, maka Adset ibarat organ tubuh yang saling berkolaborasi di dalam tubuh kita, sehingga kita bisa berjalan, makan, ngantuk, bahagia, kesakitan, dll.

Adset pun demikian, di dalam Adset banyak variabel saling terkait yang harus diatur untuk menentukan “nasib” perjalanan iklan Anda nantinya. Karena di dalam Adset Anda akan menentukan banyak hal, seperti :

  • Berapa budget iklan Anda ?
  • Dimana lokasi target iklan Anda ?
  • Berapa usia target iklan Anda ?
  • Apa jenis kelamin target iklan Anda ?
  • Apa ketertarikan, demografi & kebiasaan target iklan Anda ?
  • Dimana saja Anda ingin iklan Anda ditampilkan ?
  • Seperti apa metode optimasi iklan yang Anda inginkan ?

Secara garis besar, poin-poin diatas yang harus Anda atur sebaik mungkin di bagian Adset. Semakin baik, detail & valid Anda melakukan pengaturan, maka seharusnya semakin baik kinerja iklan Anda.

Kesekian banyak variabel tersebut saling berkaitan dan harus diatur dengan benar. Contoh, misalkan semua variabel sudah oke, kecuali target kota / negaranya salah, ya hampir dipastikan performa iklan Anda jelek.

Makanya saya bilang Adset ibarat organ tubuh.

Sering ada pertanyaan, “Tapi kan kita ngga pernah tau komposisi Adset yang bagaimana yang paling bagus ?”. Betul, saya sepakat, maka biasanya para Advertiser melakukan split testing di bagian Adset.

Merujuk artikel dari AdEspresso, split test adalah strategi pemasaran di mana dua variabel dalam kampanye pemasaran diuji satu sama lain untuk menganalisis mana yang dapat memberikan hasil terbaik.

Jadi membuat beberapa Adset dengan variabel yang sama semua, kecuali 1 variabel yang dibedakan, untuk mencari yang terbaik. Misalkan ingin tau rentang usia yang paling cocok untuk iklan Anda, maka :

  • Adset A usianya 25 – 34 tahun
  • Adset B usianya 35 – 44 tahun

Atau bisa juga dibedakan lokasinya, atau jenis kelaminnya. Usahakan saat split testing hanya 1 variabel saja yang dibedakan, yang lain biarkan sama. Tujuannya agar lebih mudah diukur datanya. Kalau sudah ketemu yang paling oke, baru coba tes variabel lainnya.

Kebayang ngga ? Detail fitur Adset dan strategi dalam membuat Adset akan saya bahas dalam artikel terpisah ya agar lebih fokus. Tulisan kali ini hanya memperkenalkan kepada Anda apa saja yang ada di dalam struktur iklan Facebook.

3. Ads

Anda sudah mengenal otaknya iklan ( campaign ) dan organ-organ tubuhnya iklan ( Adset ), sekarang masuk ke elemen terakhir dalam struktur iklan Facebook, yakni Ads / konten iklan. Ads sama dengan penampilan luar tubuh kita seperti baju, celana, potongan rambut, sepatu, dll.

Semakin tampan / cantik Anda berdandan, biasanya semakin banyak orang yang memperhatikan. Atau semakin unik dandanan Anda, semakin banyak Anda menyita perhatian orang-orang di sekitar.

Dalam Facebook Ads pun berlaku sama. Anda menjalankan iklan di Facebook, sama artinya Anda sedang menawarkan sebuah produk / jasa kepada sekelompok orang yang Anda target di timeline Facebook.

Mereka belum tentu mau membeli, tapi Anda bisa membuat mereka tertarik untuk cari tau, dan akhirnya berpeluang untuk membeli. Ads adalah ujung tombak untuk membuat audience tertarik dengan produk / jasa yang Anda tawarkan.

Contoh iklan Facebook
Contoh Ads

Semakin bagus / unik Anda membuat sebuah konten iklan, biasanya performa iklan pun semakin baik. Tapi tentunya harus diiringi juga dengan komposisi Adset yang baik, jadi saling melengkapi.

Secara garis besar, komponen Ads adalah :

  • Headline
  • Caption
  • Foto / video
  • URL link

Di bagian Ads juga para Advertiser ( termasuk saya ) sering melakukan split testing. Bisa tes beberapa headline, atau tes berbagai macam foto, atau bahkan tes beberapa produk, jadi 1 Ads mewakili 1 produk. Jadi beda Ads beda URL link karena beda produknya.

Yang jelas seperti saya bilang, usahakan saat split test hanya 1 variabel saja, yang lain dibiarkan sama. Tujuannya agar lebih mudah diukur dan terlihat mana yang paling oke datanya. Baru kemudian tes variabel yang lain.

Penutup

Nah, itulah ketiga struktur iklan Facebook yang perlu Anda pahami. Jadi nanti ketika praktek beneran, buka dashboard Ads Manager Anda ngga perlu bingung apalagi sampai migrain, karena udah tau apa yang harus dilakukan.

Kalau masih ada hal yang mengganjal, jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar, insya Allah secepatnya saya respon kok. Lebih sering Anda bertanya dan berdiskusi, akan lebih cepat Anda memahami sebuah topik yang sedang dipelajari.

Salam ngiklan dan profit !

Silahkan Berkomentar . . .