4+ Teknik Funneling Dalam Beriklan

Pada tulisan kali ini saya akan membahas beberapa teknik Funneling Facebook Ads yang biasa saya pakai ketika beriklan. Cara-cara ini cukup baik hasilnya di saya, tapi bisa jadi berbeda hasilnya ketika Anda jalankan.

Karena perbedaan produk, budget iklan, targetting audience, format & kecepatan landing page, alur pemesanan, dan hal lainnya, semua mempengaruhi angka-angka di dashboard Ads Manager. Jadi usahakan untuk selalu melakukan split test.

Dengan banyaknya fitur yang disediakan oleh Facebook untuk beriklan, ngga heran kalau banyak sekali beredar cara dan strategi yang berbeda-beda untuk menjalankannya. Ngga ada yang salah dengan itu, semuanya benar.

Tinggal Anda yang harus memilah, mau beriklan menggunakan teknik mana yang menurut Anda paling bisa, atau setidaknya mendekati proses untuk mempercepat pencapaian goal beriklan Anda ( mendapatkan penjualan ).

Teknik Funneling Facebook Ads

P.S : Ini adalah artikel lama yang diperbaharui tanggal 25 Januari 2019

Langsung aja ya, saya akan coba bahas satu per satu teknik funneling yang biasa saya lakukan ketika beriklan di Facebook. Kalau ada yang ngga ngerti, silahkan langsung tanyakan di kolom komentar aja.

1. Video View – Conversion – Traffic

Ini adalah teknik pertama yang biasa saya lakukan, yakni dengan mengkombinasikan 3 objective iklan yaitu Video Views, Website Conversion, dan juga Traffic / Click to Website. Bagaimana penerapannya ?

Langkah pertama

Di hari pertama, saya menjalankan iklan Video Views berisi video dengan tujuan untuk mengedukasi target market. Misalnya produk saya madu, maka saya akan mengiklankan video yang berisi khasiat-khasiat madu untuk tubuh jika di konsumsi rutin.

Iklan tersebut saya jalankan 3-4 hari dengan budget 25.000-50.000 menggunakan broad audience targetting. Saya akan memfilter orang-orang yang menonton video untuk dijadikan Custom Audience berdasarkan video viewer sebanyak 50%, 75% dan 95%.

Artinya, jika Anda melihat iklan saya di Facebook dan menonton video tersebut sampai habis, bisa dikatakan Anda sudah ada ketertarikan dengan informasi yang saya berikan.

Langkah kedua

Di hari ke 4 atau 5 saya menjalankan iklan baru menggunakan objective Website Conversion. Iklannya bersifat Hardsell alias langsung jualan, dengan target audience yang di bagi 2 Adset.

Adset pertama berisi CA hasil video viewer di langkah pertama, dengan budget 25.000. Dan Adset kedua berisi Lookalike dari CA tersebut, dengan budget 50.000. Semua Adset di optimasi pixel ViewContent untuk start awalnya.

Dengan iklan Conversion saya akan menggiring audience untuk klik iklan saya dan masuk ke dalam Landing Page yang berisi informasi produk beserta cara pembelian.

Metode pemesanan saya menggunakan Whatsapp dengan tombol order di bagian bawah Landing Page. Pada tombol Whatsapp sudah saya pasang pixel event AddToCart, sehingga akan terbaca datanya ViewContent dan AddToCart.

Seharusnya, di fase ini sudah banyak calon pembeli yang masuk ke Whatsapp dan sudah ada penjualan. Karena target audience yang sudah di filter sebelumnya berdasarkan orang-orang yang sudah menonton video, asumsi saya mereka juga akan tertarik ketika ditawari produk madu.

Langkah ketiga

Sekitar hari ke 8 atau 9 saya akan menjalankan iklan dengan objective Traffic / Click To Website. Audience yang saya pakai di sini adalah CA ViewContent yang belum AddToCart, dan juga CA AddToCart yang belum melakukan pembayaran.

Sehingga saya akan jalankan 2 Adset dengan angle iklan yang berbeda. Budget per Adset cukup 15.000 saja karena jumlah audience nya kecil.

Tujuan iklan di fase ini adalah untuk retargetting, atau mengingatkan kembali bagi audience yang sudah klik iklan Conversion saya, masuk ke Landing Page, namun belum melakukan pembelian.

Sehingga terkesan saya “menghantui” audience dengan berbagai angle iklan, sampai mereka membeli produk madu saya. Paham alurnya ? Sederhana kok, yang penting adalah kualitas iklan Anda, dan juga memaksimalkan pixel Facebook.

2. Brand Awareness – Conversion

Teknik funneling iklan Facebook berikutnya yang sering saya lakukan adalah mengkombinasikan 2 objective yakni Brand Awareness dan Conversion.

Langkah pertama

Di awal beriklan saya menggunakan objective Brand Awareness berisi video untuk mengedukasi target market tentang keunggulan produk saya. Kenapa sih saya selalu menggunakan video ? Karena menurut saya tingkat attention nya lebih tinggi di banding gambar biasa.

Dengan budget 25.000-35.000 iklan ini saya jalankan 3-4 hari atau sampai mendapatkan data yang cukup. Targetnya bukan penjualan. Tujuan iklan hanya untuk membuat audience aware tentang keunggulan produk saya dan manfaatnya bagi mereka.

Langkah kedua

Di hari ke 5 atau 6 saya menjalankan iklan Conversion untuk mengarahkan audience ke Landing Page. Audience yang saya gunakan adalah CA video viewer hasil dari iklan Brand Awareness, dan Lookalike dari CA tersebut. Jadi ada 2 Adset dengan optimasi awal ViewContent.

Pada tahap ini, untuk teknik retargetting bisa menggunakan iklan Traffic seperti cara saya yang pertama, atau langsung follow up melalui Whatsapp. Dengan 2 cara berbeda, tentu hasilnya juga berbeda.

3. Traffic – Conversion

Teknik yang ketiga ini mungkin yang paling umum Anda tau, bahkan Anda gunakan. Saya pun menggunakannya, karena masih sangat powerfull. Alurnya pun sederhana, hanya melibatkan 2 campaign dan memanfaatkan pixel Facebook.

Langkah pertama

Selama 3-5 hari pertama saya menjalankan iklan Traffic dengan split test beberapa target audience yang terbagi dalam beberapa Adset. Untuk alokasi budget saya menggunakan fitur Campaign budget optimization.

Tujuan iklan ini adalah untuk mencari performa audience terbaik, dan mengarahkan mereka ke dalam Landing Page produk. Selain untuk konversi penjualan, tujuannya juga untuk memanaskan pixel event di dalamnya.

Langkah kedua

Di hari ke 6 atau 7 saya menjalankan iklan Conversion dengan 2 Adset. Adset pertama di optimasi AddToCart ( chat Whatsapp ) menargetkan CA ViewContent, dengan budget 15.000. Adset kedua di optimasi ViewContent dengan menargetkan Lookalike audience dari CA ViewContent, dengan budget 50.000.

Campaign Traffic terus berjalan menggiring audience ke web. Campaign Conversion melakukan retargetting CA ViewContent, sekaligus mencari orang-orang yang mirip dengan CA ViewContent ( Lookalike ) untuk di giring masuk web.

Di dalam landing page, user yang sudah AddToCart ( chat Whatsapp ) akan di follow up maksimal oleh tim customer service sampai closing. Jadinya alurnya saling berkaitan.

4. Teknik Favorit : Conversion

Nah, ini adalah cara yang paling sering saya pakai beberapa waktu terakhir. Dengan catatan, Anda bisa melakukan teknik ini jika kondisi pixel event Anda sudah cukup matang ( sudah ada ratusan, lebih banyak lebih baik ).

Kali ini alur penjualan saya menggunakan form, tujuannya agar saya bisa memilah-milah pixel event nya. Prosesnya kurang lebih seperti ini :

  • ViewContent : Orang yang baru masuk Landing Page
  • AddToCart : Orang yang klik tombol order ( direct ke halaman baru )
  • InitiateCheckout : Orang yang berada di halaman baru berisi form order
  • Purchase : Orang yang sudah isi form order & menekan tombol Submit

Terbayang alurnya ? Ketika mereka sudah sampai di tahap Purchase, saya tinggal menghubungi mereka via Whatsapp untuk menyelesaikan pembayaran. Biasanya, audience sudah tidak banyak chat / bertanya lagi, dan langsung transfer pembayarannya.

Langkah pertama

Kuncinya pada teknik funneling Facebook Ads ini adalah memanfaatkan fitur optimasi pixel di level Adset, yang hanya ada di objective Conversion. Di 3-5 hari awal saya akan beriklan menggunakan objective Conversion yang di optimasi ViewContent, dengan target broad audience.

Artinya, Facebook akan mengoptimasi iklan saya kepada orang-orang yang mirip dengan karakter di dalam pixel ViewContent yang saya punya. Makin banyak jumlah data ViewContent yang saya miliki, makin valid dan presisi bagi facebook untuk mengoptimasi iklan saya ke orang-orang yang similar.

Langkah kedua

Seiring berjalannya iklan, pixel ViewContent dan AddToCart pastinya semakin bertambah kan, di hari 6 atau 7 saya membuat Adset baru dengan audience CA ViewContent yang belum AddToCart. Adset tersebut saya jalankan dengan optimasi AddToCart.

Artinya, Facebook akan mengoptimasi iklan saya kepada orang – orang yang sudah ViewContent agar segera melakukan AddToCart.

Langkah ketiga

Sekitar hari ke 8-9 saya membuat Adset baru dengan audience CA AddToCart yang belum melakukan InitiateCheckout. Adset ini saya jalankan dengan optimasi InitiateCheckout.

Langkah keempat kembali saya buat Adset baru dengan audience CA InitiateCheckout yang belum Purchase alias melakukan pembayaran. Sehingga totalnya saya menjalankan 4 Adset utama dalam teknik ini.

Well . . .

Dari ketiga teknik funneling di atas, sebenarnya ada sebuah kesamaan pola. Iklan yang berjalan di awal saling memberikan “sumbangsih” berupa data audience untuk target iklan di fase berikutnya.

Misalkan pada teknik pertama, iklan Video Views akan menghasilkan CA yang digunakan untuk iklan Conversion di fase kedua. Dan iklan Conversion akan menghasilkan data ViewContent dan AddToCart yang digunakan untuk retargetting iklan Traffic di fase ketiga.

Selama ketiga iklan itu terus dijalankan, maka data-data audience yang masuk akan terus bertambah banyak, menggulung seperti bola salju. Dan masing-masing iklan akan terus mengoptimasi audience yang dihasilkan oleh iklan sebelumnya. Saling berkaitan.

Alur iklannya tetap sama, saya hanya perlu sesekali mengganti Adcopy atau Ad image agar target market tidak jenuh melihat iklan yang sama berulang-ulang. Jadi untuk sebuah alur iklan saya bisa jalankan hingga beberapa minggu.

Penutup

Seperti yang saya katakan di awal, bahwa fitur-fitur yang tersedia di Facebook Ads sangat banyak, dan kombinasi cara yang bisa dilakukan juga sangat banyak.

Jadi menurut saya tidak ada teknik yang benar atau salah, yang ada hanyalah teknik yang menghasilkan atau tidak. Yang salah adalah kalau Anda tidak mencoba apapun.

4 teknik beriklan di atas sudah saya jalani cukup lama dan menghasilkan konversi yang baik untuk beberapa produk. Jadi semuanya kembali kepada Anda, untuk memilah-milah mana yang menurut Anda paling worth it untuk dilakukan, maka lakukanlah.

Demikian 4 teknik funneling Facebook Ads yang biasa saya lakukan. Semoga memberikan insight bermanfaat untuk Anda. Selamat beriklan !

Ini Kata Mereka . . .

  1. Di awal (3-4 hari) itu apa kita hanya jalankan 1 iklan saja?

    Kalau mau spilt test, bagusnya kita main di adset, campain, placement atau kontent?

    Mohon bimbinganya…

    • Sebenarnya tergantung kebutuhan dan ketersediaan budget mas. Baiknya jalankan minimal 3 iklan supaya ada perbandingan. Split test di bagian mana ? Sama juga, tergantung kebutuhan. Misal, blm tau komposisi audience yg pas, berarti split test Adset nya.

      Atau sudah tau komposisi audience nya, tapi punya beberapa produk, berarti split test Ads nya. Kalau placement tidak perlu di split test mas, input aja Fb & Ig biarkan sistem yg mengalokasikan audience nya.

      Kalau campaign jg ngga perlu split test menurut saya, karna fungsinya berbeda-beda.

  2. Bagaimana cara kita melihat orang-orang yang belum melakukan pembayaran di event ATC yang sudah di tanam pixel?

    • Salam kenal mas Putra,

      Tergantung event ATC nya diletakkan dimana ? Misalkan diletakkan di keranjang, berarti setelah ATC pasti ada IC = InitiateCheckout = checkout pembayaran, betul ? Nah berarti ATC yang belum bayar ya ATC yang belum masuk ke IC. Saat membuat custom audience bisa kok bikin audience ATC tapi exclude IC.

      Misalkan ATC diletakkan di tombol Whatsapp. Nah berarti closing kan di Whatsapp. Saran saya setelah mereka transfer suruh klik link menuju thank you page yg sudah dipasang pixel Purchase. Jadi filteringnya gampang, utk cari yg belum bayar, bikin aja custom audience ATC exclude purchase.

      Semoga membantu.

    • Salam kenal mas Putra. Insya Allah akan diinfokan di blog ini ya kalau ada kelas. Sementara lagi fokus rampungin beberapa judul artikel dulu, hehe. Thanks udah mampir mas.

  3. pagi maszz…bole tanya

    antara teknik dengan , mana yg akhirnya lebih menghasilkan konversi penjualan?

    trm ksh sharingnya

    • Hi Arinul,

      Semua teknik diatas yg paling bagus konversinya. Aslinya mah ada banyak teknik yang saya coba, dan akhirnya dikerucutkan jadi beberapa saja seperti yang ada di artikel ini, berdasarkan yg paling bagus dan stabil menghasilkan konversi.

      Kenapa ada beberapa teknik ? Karena tergantung banyak variabel lainnya. Seperti produk apa yg diiklankan ? Apa goal beriklan ? Dan banyak hal lainnya.

      Semoga bisa dipahami ya.

      Btw ini artikel lama, ada beberapa yang sudah outdated. Dalam waktu dekat saya berencana meng-update isinya. Ditunggu saja ya.

  4. Untuk Iklan Video Views – Sebaiknya berapa menit yang bagus untuk mendapatkan datanya?

    • Kalau saya biasanya durasi video paling lama 1 menit supaya bisa diiklankan di Instagram juga. Data yang saya tangkap hanya yang sudah nonton minimal 75% dari total durasi.

  5. Halo gan,
    Saya mau tanya, agan kan buat CA video views dan LLA dari CA tsb. Nah, iklan selanjutnya yg hard sell itu adset nya pakai kombinasi dari CA dan LLA atau dipisah dua adset (satu CA, satunya lagi LLA)?
    Terimakasih..

  6. Hallo, Pak ..
    artikelnya bagus dan membantu sekali.

    Jika menggunakan CA video view, minimal reachnya berapa? 100/200/500 viewer dst?
    kalau kurang dari angka tersebut, imbasnya cost lebih mahal ya?

    solusinya bagaimana, Pak?
    Apakah objective video view di running lebih lama?

    satu lagi, bagaimana menekan cost iklan untuk objective conversion view content. baru running 2 hari aja, rasa-rasanya sudah jebol budget :))

    Terima kasih banyak atas masukannya

    • Halo Risma, terimakasih sudah mampir ya.

      Untuk pertanyaan pertama :

      Betul, semakin sedikit isi CA imbasnya cost jadi mahal. Tapi biasanya CA VideoViews pasti banyak, lebih mudah dapetinnya. Diatas 200 – 300 buat saya udah cukup. Kalau mau nambah lg berarti iklan VideoViews nya diperpanjang.

      Kalau soal cost saya ga terlalu detail. Selama masih batas aman profit produk, hajar aja terus iklannya.

      Pertanyaan kedua :

      Iklan Conversion biasanya memang lebih mahal diantara yg lain, tapi seharusnya hasilnya juga lebih bagus.

      Kalau baru tahap ViewContent aja udah mahal, apalagi mahal bgt, bisa jadi iklan kurang menarik, jadi audience ga mau klik & masuk web. Atau jalanin iklan Traffic aja dulu sampai pixel ViewContent matang / terkumpul cukup banyak.

      Boleh tau CTR Link nya brp persen ?

  7. 1. Video view saya : 500++
    perbandingan Thruplay & Reach, sepertinya mahal. Reach 6000++, Thruplay 433.
    Dari sini apa yang harus dibenahi ya?
    Apakah artinya saya belum dapat ad video & ad copy yang tepat? atau target yang tidak pas?
    solusinya , apakah harus test di adset (target) & ad (video). Krn, Fyi.. sebenernya saya sudah lakukan split test lokasi. Kalo gender & umur mmg sudah tahu gambarannya. dan video winning juga sdh dpt.

    2. CTR link kecil, hanya 3%
    baiknya saya jalankan traffic setelah ini ya.

    3. Btw, standar biaya iklan masih tercover marjin itu apakah, total biaya mulai dari objective awal sampai akhir (Mis. Video view -traffic-Purchase)??

    • Hi mba Risma,

      1. Kalau saya 6.000 VS 433 sudah lumayan sih. Meski memang belum maksimal. Yang nonton video 50% dan 75% ada berapa orang dari 6.000 reach itu ? Kalau sedikit, saya biasanya tes video lain ( kalau merasa target audience sdh cukup akurat ). Jangan lupa, iklan Video Views cuma buat edukasi, jadi lanjutkan ke fase berikutnya, bisa Conversion / Traffic. Kalau ternyata di fase berikutnya sales memuaskan, maka iklan Video Views yang jelek tadi ga akan berarti apa-apa lagi, hehe.

      2. Angka 3% udah cukup besar sih harusnya. Nah berarti hitungan “kantong jebol” di iklan conversion itu karna apa nih mba ? Hehe. Apakah biaya per result mahal ( mahalnya berapa ), atau konversi sales sedikit sehingga tdk mengimbangi cost iklan, atau bagaimana ?

      3. Saya mulai hitung di Conversion ( saat hardsell ) dan traffic ( saat retarget ). Harusnya biaya iklan kedua campaign tersebut wajib tertutupi oleh keuntungan produk yang laku.

      Soalnya bicara Fb Ads memang cukup dinamis. Misalnya iklan Conversion saya pernah per Purchase 175.000, ini kan kebangetan mahalnya. Tapi ternyata margin per sales 849.000 dan sehari bisa laku 1 – 2. Artinya angka 75.000 tadi jadi ga masalah buat saya.

      Jadi kalau saya konsepnya disederhanakan. Selama total budget masih tertutupi oleh profit yg masuk, dan grafik profitnya naik tiap harinya ( atau minimal stabil ) maka iklan saya jalanin terus. Ketika profit per hari menurun, angka- angka cost di iklan mulai naik ( cost per click, cost per atc, cost per purchase ) baru evaluasi iklannya.

  8. Saya mulai dari awal lagi, Pak.
    saya otak-atik targetnya.

    meskipun nilai CTR linknya lebih rendah dari sebelumnya, tapi resultnya lebih besar dan costnya lebih rendah.

    Yang ingin saya tanyakan, selain traffic (untuk filter selanjutnya), apakah reach cocok? atau lsg traffic? Selama video view ini, saya lsg arahkan ke LP, view contentnya yang terekam sejauh ini lumayan. padahal reachnya jauh lebih besar, krg signifikan hahaha :))

    • Hi Risma,

      Mau coba pakai reach boleh, sapa tau lebih bagus. Sah2 aja. Saya memilih Traffic, karna cukup bagus performanya ( dlm kasus saya ) jadi bukan berarti funnel saya paling benar. Hehe.

      Ketika tes pakai reach, coba analisa datanya dan bandingkan dengan yg menggunakan Traffic. Pasti dapat insight berharga dari sana.

      Btw thanks sudah mau diskusi dengan saya.

  9. Mantab gan sudah direvisi. sebelumnya agak bingung.
    Gan, kalau kita sudah pakai CA atau LLA perlu atur targetting audience lagi gak ya?

    • Hehe iya mas. Kalau CA saya ga pernah otak atik isi Adset. Hanya masukkan CA dan atur Placement.

      Kalau LLA seringnya saya kosongkan, kadang diisi dengan sedikit targetting & sifatnya general. Misal yg sudah lulus kuliah, yg suka belanja online, yg jaringannya 4G.

      Untuk pendukung aja.

  10. Halo salam kenal,
    artikelnya bagus dan memberikan pencerahan

    mau tanya, piksel facebook ads, bagus nya sudah ter-trigger berapa kali baru bisa buat campaign conversion ?

    bagaimana jika piksel view content tidak cukup banyak ter-trigger, solusinya apakah iklan traffic dijalankan terus ?

    terimakasih

    • Hi mas Chris, salam kenal.

      Tidak ada standard bakunya mas. Kalau saya biasanya diatas 500 baru jalankan iklan Conversion. Karna percuma buru2 jalanin Conversion kalau pixel blm matang. Kemungkinan besar hasilnya jg ga maksimal.

      Ketika pixel belum terkumpul, iya bisa terus jalanin iklan Traffic kalau saya.

  11. Kang Alief mau nanya, kalo saya kan usaha bakery, nah funneling yang pas kira kira pake yang mana ya?

    • Hi mas Budhi. Secara General pakai semua teknik di dalam artikel ini bisa kok. Tinggal di tes mana strategi dan performa yg menghasilkan konversi terbaik.

      • Siap kang, saat ini saya pake funnel Engagement – Traffic – Conversion, tapi sales dan costnya up and down. Mau test teknik lainnya ah. Nuhun.

        • Nah itu maksud saya. Fb Ads sangat dinamis, beda produk, beda targetting, pasti beda hasil meskipun alur funnelingnya sama. Di dalam artikel ini kisi-kisi aja berdasarkan pengalaman pribadi, sisanya harus tetap split test dengan bisnis masing2.

          Sukses selalu mas.

  12. Halo gan,
    Normalnya berapa lama iklan kita bisa dianalisis?

    • Hi mas. Ngga ada standard bakunya. Kalau saya biasanya setelah 2.000 reach sudah mulai analisa. Kalau data masih kurang, ya tinggal tunggu lg, misalnya sampai 4.000 reach. Jadi fleksibel.

  13. mas, thanks for share… berguna banget infonya.. mudah2 an bisnis nya makin berjaya dan dikenal ke seluruh penjuru dunia :D….

    saya boleh nanya yah hehe.., klo misalkan saya udah datengin traffic pake ctw, sekitar 100 orang yang view content… trs kan saya bikin lagi iklan yang brikutnya utk retargeting org2 yang udh ctw barusan dengan objective conversion purchase… tpi koq harga iklannya mahal banget yah padahal ctr iklan retargetingnya msh dikisaran 2,5 – 3% … perclick iklan retargeting nya sampe 30000 per link click nya… saya yakin seh bukan iklannya krn memang per cpm nya aja sampe 600 rbu

    itu kenapa yah bisa gtu? klo retargeting

    • Hi mas Fajar.

      Terima kasih sudah mampir mas. Aamiin Allahumma aamiin. Thanks doanya ya.

      Iklan Conversion pada dasarnya memang lebih mahal dari Traffic mas, meskipun CTR nya besar, yang dihitung kan cost per Conversion nya.

      Dan lagi semakin sedikit jumlah audience juga berpengaruh terhadap biaya. Saya biasanya angka VC 500-1.000 baru jalankan iklan Conversion.

      Semoga membantu.

Silahkan Berkomentar . . .