Teknik Funneling Yang Sering Saya Pakai

Malam ini saya akan membahas sedikit tips beriklan di Facebook, atau biasa dikenal dengan sebutan teknik Funneling Facebook Ads.

Udah cukup lama juga ngga nulis di blog ini karena beberapa kesibukan yang mengharuskan saya untuk menyelesaikannya.

Memang untuk bisa konsisten dan tetap menjaga kualitas tulisan adalah 2 hal yang sangat berat untuk dilakukan, tapi tidak mustahil.

Well, langsung aja . . .

Dengan banyaknya fitur yang disediakan oleh Facebook untuk beriklan, tak heran kalau banyak sekali beredar cara dan strategi yang berbeda – beda untuk menjalankannya.

Ngga ada yang salah dengan itu, semuanya benar.

Tinggal Anda yang harus memilah, mau menggunakan teknik mana yang menurut Anda paling bisa untuk setidaknya mempercepat pencapaian goal beriklan Anda.

Langsung aja ya, saya akan coba bahas satu per satu teknik funneling yang biasa saya lakukan ketika beriklan.

1. Video View – Conversion – Traffic

Ini adalah teknik saya yang pertama, dengan mengkombinasikan 3 objective iklan yaitu Video Views, Website Conversion, dan juga Traffic / Click to Website.

Bagaimana penerapannya ?

Di hari pertama, saya akan menjalankan iklan Video Views ( tentunya berisi video ) dengan tujuan untuk mengedukasi target market saya.

Misalnya saya mau jualan madu, maka saya akan beriklan video yang berisi khasiat – khasiat madu untuk tubuh kita jika dikonsumsi rutin, misalnya.

Iklan tersebut saya jalankan 3 – 4 hari dengan budget 25.000 – 30.000, dan menggunakan broad audience.

Tujuannya apa ?

Saya akan memfilter orang – orang yang menonton video tersebut untuk saya jadikan Custom Audience berdasarkan video viewer sebanyak 75% dan 95%.

Artinya, jika Anda menonton video iklan saya sampai habis, Anda tertarik dengan informasi yang saya berikan.

Di hari ke 4 atau 5 saya akan menjalankan iklan baru menggunakan objective campaign Website Conversion.

Iklannya bersifat Hardsell alias langsung jualan madu, dengan target audience yang saya bagi 2, yaitu CA hasil video viewer di iklan pertama, dan Lookalike dari CA tersebut.

Bingung ? Sama. Hahaha.

Udah di telan aja dulu ya, ntar lama – lama juga paham kok, hehe.

Dengan iklan Conversion ini, saya akan menggiring audience untuk klik iklan saya dan masuk ke dalam Landing Page yang berisi product info beserta cara pembelian.

Metode pemesanan saya menggunakan Whatsapp dengan tombol order di bagian bawah Landing Page.

Pada tombol Whatsapp sudah saya pasang pixel event AddToCart, sehingga akan terbaca datanya ViewContent dan AddToCart.

Seharusnya, di fase ini sudah banyak lead yang masuk ( chat Whatsapp ) dan sudah ada penjualan.

Karena, target audience yang sudah di filter sebelumnya berdasarkan orang – orang yang menonton video, asumsi saya mereka juga akan tertarik ketika ditawari produk madu.

Kira – kira seperti itu.

Kemudian, sekitar hari ke 7 atau 8 saya akan menjalankan iklan dengan objective Traffic / Click To Website.

Audience yang saya pakai di sini adalah CA ViewContent yang belum AddToCart, dan juga CA AddToCart yang belum melakukan pembayaran.

Sehingga saya akan jalankan 2 Adset dengan angle iklan yang berbeda.

Tujuan iklan di fase ini adalah untuk Retargetting, atau mengingatkan kembali bagi audience yang sudah klik iklan Conversion saya, masuk ke Landing Page, namun belum melakukan pembelian.

Sehingga terkesan saya “menghantui” audience dengan berbagai angle iklan, sampai mereka membeli produk madu saya.

Paham alurnya ?

2. Brand Awareness – Conversion

Teknik funneling iklan Facebook berikutnya yang sering saya lakukan adalah mengkombinasikan 2 objective yakni Brand Awareness dan Conversion.

Di awal beriklan saya menggunakan objective Brand Awareness berisi video untuk mengedukasi target market tentang benefit dari produk saya.

Kenapa sih saya selalu menggunakan video ? Karena menurut saya tingkat attention nya lebih tinggi di banding gambar biasa.

Iklan ini saya jalankan 3 – 4 hari atau sampai mendapatkan data yang cukup.

Di hari ke 4 atau 5 saya akan menjalankan iklan Conversion untuk mengarahkan audience ke Landing Page.

Audience yang saya gunakan adalah video viewer hasil dari iklan Brand Awareness, dan juga Lookalike dari CA tersebut.

Pada teknik ini, untuk teknik retargetting bisa menggunakan iklan Traffic seperti cara saya yang pertama, atau langsung follow up melalui Whatsapp.

Dengan 2 cara berbeda, tentu hasilnya juga berbeda.

Sama halnya saya beriklan video menggunakan Video View dan Brand Awareness, pada kenyataannya memberikan data & konversi penjualan yang berbeda, meskipun produk dan Landing Page nya sama.

3. Teknik Funneling Favorit : Conversion Only

Nah, ini adalah cara yang paling sering saya pakai beberapa waktu terakhir.

Dengan catatan, Anda bisa melakukan teknik ini jika kondisi pixel event Anda sudah cukup matang ( sudah ada ratusan, lebih banyak lebih baik ).

Kali ini alur penjualan saya menggunakan form, bertujuan agar saya bisa memilah – milah pixel event nya. Prosesnya kurang lebih seperti ini :

  • ViewContent : Orang yang baru masuk Landing Page
  • AddToCart : Orang yang klik tombol order ( Redirect ke halaman baru )
  • InitiateCheckout : Orang yang berada di halaman baru berisi form order
  • Purchase : Orang yang sudah isi form order & menekan tombol Submit

Terbayang alurnya ?

Ketika mereka sudah sampai di tahap Purchase, saya tinggal menghubungi mereka via Whatsapp untuk menyelesaikan pembayaran.

Biasanya, audience sudah tidak banyak chat / bertanya lagi, dan langsung transfer pembayarannya.

Kuncinya pada teknik funneling Facebook Ads ini adalah memanfaatkan fitur optimasi Adset, yang hanya ada di objective Conversion.

Di fase awal, saya akan beriklan menggunakan Conversion yang di optimasi ViewContent, dengan saved audience hasil riset sebelumnya.

Artinya, Facebook akan mengoptimasi iklan saya kepada orang – orang yang mirip dengan karakter database ViewContent yang saya punya.

Makin banyak jumlah data ViewContent yang saya miliki, makin valid dan presisi bagi facebook untuk mengoptimasi iklan saya ke orang – orang yang Similar.

Seiring berjalannya iklan, pixel ViewContent dan AddToCart pastinya semakin bertambah, maka saya membuat Adset baru dengan audience CA ViewContent yang belum AddToCart.

Adset saya optimasi AddToCart.

Artinya, Facebook akan mengoptimasi iklan saya kepada orang – orang yang sudah ViewContent agar segera melakukan AddToCart.

Hal yang sama saya lakukan untuk InitiateCheckout dan Purchase.

Sehingga totalnya saya menjalankan 4 Adset utama dalam teknik ini.

Well . . .

Dari ketiga teknik funneling di atas, sebenarnya ada kesamaan. Iklan yang berjalan saling berkaitan memberikan “sumbangsih” audience untuk iklan di fase berikutnya.

Misalkan pada teknik pertama, iklan Video View akan menghasilkan CA yang digunakan untuk iklan Conversion di fase kedua.

Dan iklan Conversion akan menghasilkan data ViewContent dan AddToCart yang digunakan untuk retargetting iklan Traffic di fase ketiga.

Selama ketiga iklan itu terus dijalankan, maka data – data audience akan terus bertambah banyak, menggulung seperti bola salju.

Dan masing – masing iklan akan terus mengoptimasi audience yang dihasilkan oleh iklan sebelumnya. Saling berkaitan.

Alur iklannya tetap sama, saya hanya perlu sesekali mengganti Adcopy atau Ad image agar target market tidak jenuh melihat iklan yang sama berulang – ulang.

Penutup

Seperti yang saya katakan di awal, bahwa fitur – fitur yang tersedia di Facebook Ads sangat banyak, dan kombinasi teknik yang bisa dilakukan juga sangat banyak.

Jadi menurut saya tidak ada teknik funneling yang benar atau salah, yang ada hanyalah teknik yang menghasilkan atau tidak.

Yang salah adalah kalau Anda tidak mencoba apapun.

3 teknik beriklan di atas sudah saya jalani cukup lama dan menghasilkan konversi yang baik untuk berbagai produk.

Jadi semuanya kembali kepada Anda, untuk memilah – milah mana yang menurut Anda paling Worth It untuk dilakukan, maka lakukanlah.

Demikian 3 teknik funneling Facebook Ads yang biasa saya lakukan. Semoga memberikan insight bermanfaat untuk Anda.

Selamat beriklan !

Ini Kata Mereka . . .

  1. Di awal (3-4 hari) itu apa kita hanya jalankan 1 iklan saja?

    Kalau mau spilt test, bagusnya kita main di adset, campain, placement atau kontent?

    Mohon bimbinganya…

    • Sebenarnya tergantung kebutuhan dan ketersediaan budget mas. Baiknya jalankan minimal 3 iklan supaya ada perbandingan. Split test di bagian mana ? Sama juga, tergantung kebutuhan. Misal, blm tau komposisi audience yg pas, berarti split test Adset nya.

      Atau sudah tau komposisi audience nya, tapi punya beberapa produk, berarti split test Ads nya. Kalau placement tidak perlu di split test mas, input aja Fb & Ig biarkan sistem yg mengalokasikan audience nya.

      Kalau campaign jg ngga perlu split test menurut saya, karna fungsinya berbeda-beda.

  2. Bagaimana cara kita melihat orang-orang yang belum melakukan pembayaran di event ATC yang sudah di tanam pixel?

    • Salam kenal mas Putra,

      Tergantung event ATC nya diletakkan dimana ? Misalkan diletakkan di keranjang, berarti setelah ATC pasti ada IC = InitiateCheckout = checkout pembayaran, betul ? Nah berarti ATC yang belum bayar ya ATC yang belum masuk ke IC. Saat membuat custom audience bisa kok bikin audience ATC tapi exclude IC.

      Misalkan ATC diletakkan di tombol Whatsapp. Nah berarti closing kan di Whatsapp. Saran saya setelah mereka transfer suruh klik link menuju thank you page yg sudah dipasang pixel Purchase. Jadi filteringnya gampang, utk cari yg belum bayar, bikin aja custom audience ATC exclude purchase.

      Semoga membantu.

    • Salam kenal mas Putra. Insya Allah akan diinfokan di blog ini ya kalau ada kelas. Sementara lagi fokus rampungin beberapa judul artikel dulu, hehe. Thanks udah mampir mas.

Silahkan Berkomentar . . .